"Saya bersama satuan kerja (Satker) PNPM Provinsi Kaltim, sudah mengunjungi lokasi kegiatan dari anggaran 2014 dan sebagian besar sudah tuntas, hanya beberapa lokasi yang tinggal sedikit lagi tuntas pembangunannya," ujar Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kaltim Moh Jauhar Efendi di Samarinda, Sabtu.
Dana yang sebesar itu berasal dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MPd), kemudian dari PNPM Masterplan Percepatan, Perluasan, dan Penurunan Kemiskinan Indonesia (MP3KI).
Untuk PNPM MP3KI, jelas Jauhar, digunakan pembangunan jalan rabat beton 6 meter kali 1,5 km di Desa Gunung Rampa, Mook Manor Bulatn, senilai Rp1,8 miliar. Kini warga setempat sudah lebih mudah dalam mengangkut hasil pertanian dan untuk jalan akses ke desa lain.
Proyek PNPM MP3KI lainnya yang juga di Mook Manor Bulatn adalah pembangunan sarana air bersih beserta jaringannya di Desa Karangan dengan nilai Rp625 juta, yakni air bersih dengan sistem pompa generator dengan sumber Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
Lokasi lain di Manor Bulatn yang dikunjungi Jauhar bersama Satker PNPM Kaltim adalah peningkatan jalan poros antardesa berupa rabat beton senilai Rp345,1 juta dari PNPM-MPd.
Jalan rabat beton yang dikerjakan di Desa Gunung Rampah tersebut, kini manfaatnya sudah bisa dirasakan masyarakat, sehingga warga desa yang umumnya berkebun sawit itu, kini sudah menggunakan jalan itu sebagai akses angkutan sawit dan angkutan hasil bumi lainnya, termasuk warga bisa lebih lancar menuju ke desa tetangga.
Jauhar menambahkan pekerjaan PNPM-MPd 2014 lainnya yang sudah dituntaskan di Manor Bulatn adalah pembuatan tambatan atau dermaga untuk transportasi sungai di Desa Kelumpang. Dermaga yang dibangun dengan dana Rp203,4 juta ini berukuran 350 meter.
Kemudian di Desa Karangan dilakukan pembangunan tembok penahan tanah sepanjang 350 meter dengan nilai Rp62,7 juta. Desa Gedur dilakukan peningkatan jalan poros rabat beton senilai Rp343 juta dengan jalan sepanjang 350 meter.
Desa Muara Jawaq mendapat alokasi Rp64,2 juta untuk pembangunan jembatan kayu sepanjang 36 meter. Desa Abit mendapat alokasi Rp347,3 juta untuk pembangunan jalan poros dusun berupa rabat beton untuk kelancaran transportasi barang dan orang.
Kemudian Desa Rembayan mendapat alokasi Rp319,6 juta untuk peningkatan jalan poros dusun menggunakan titian ulin sepanjang 240 meter. Desa Lotoq berupa pembangunan jembatan kayu sepanjang 40 meter dengan nilai Rp343,7 juta.
Desa Sakaq Tadaq mendapat alokasi Rp263,1 juta untuk pembangunan gedung Taman Kanak-Kanak bervolume 96 meter. Selanjutnya Desa Tondoh mendapat alokasi Rp244,1 juta untuk pembangunan Posyandu dengan volume 70 meter. (*)
Pewarta: M GhofarEditor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.