Sangatta (ANTARA) - Mendekati hari raya Idul Adha 1446 Hijriah, ratusan hewan kurban yang dijual di Kutai Timur (Kutim) datang dari luar pulau Kalimantan. Dari itu, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kutim akan melakukan pengawasan khusus.

"Sebagian besar hewan berasal dari luar daerah, seperti Maluku Utara, Sulawesi, dan Kupang, selain yang dari peternak lokal,” ucap Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DTHP Kutim Cut Meutia, di Sangatta, Kamis.

Ia menyampaikan pihaknya sejak seminggu lalu telah menyasar 30 titik penjualan hewan kurban untuk dilakukan pemeriksaan.

Pemeriksaan terhadap hewan kurban terfokus di Kecamatan Sangatta Utara dan Sangatta Selatan, termasuk di Rumah Potong Hewan (RPH) Kutim.

"Pada jadwal awal kami fokuskan ke dua kecamatan terdekat. Kemudian, tim akan menyasar ke seluruh kecamatan yang ada di Kutim, untuk memastikan hewan kurban terhindar dari penyakit," tuturnya.

Meutia menjelaskan pemeriksaan hewan kurban yang dilakukan dinasnya meliputi pemeriksaan kondisi fisik hewan, dokumen surat jalan ternak, dan surat keterangan kesehatan hewan.

"Sebagian hewan sudah menerima vaksin untuk mencegah penyakit mulut dan kuku (PMK), Jembrana, dan Lumpy Skin Disease (LSD)," ungkapnya.

Dia mengungkapkan sebagian besar hewan kurban dari luar daerah telah menjalani pemeriksaan sebelum dikirim ke Kutai Timur. Hal tersebut, menjadi salah satu persyaratan jika ada hewan impor yang ingin masuk ke Kutim.

"Hewan yang dinyatakan sehat dan layak kurban akan diberi label stiker dari dinas di bagian leher hewan," kata Meutia.



Pewarta: Muhammad Hafif Nikolas
Editor : M.Ghofar

COPYRIGHT © ANTARA 2026