Kami ingatkan JCH tidak memaksakan diri untuk melakukan ibadah sunah saat kondisi tubuh tidak fit

Balikpapan (ANTARA) - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) meminta kepada jamaah calon haji (JCH) untuk tetap memprioritaskan menjaga kesehatan dan mewaspadai kondisi cuaca di Kota Makkah, Arab Saudi.

"Kami ingatkan JCH tidak memaksakan diri untuk melakukan ibadah sunah saat kondisi tubuh tidak fit," ujar Kepala Kemenag Kota Balikpapan Masrivani saat ditanya kesiapan keberangkatan JCH daerah itu ke Tanah Suci di Balikpapan, Selasa.

"Calon haji juga harus mewaspadai cuaca di Makkah, berdasarkan informasi kondisi cuaca di sana cukup panas, di atas 40 derajat Celcius," tambahnya.

Jamaah calon haji apabila sudah tiba di Kota Makkah disarankan tidak terlalu memaksakan diri untuk ibadah sunah sebelum memasuki musim haji (wukuf) dan menjaga kesehatan, serta istirahat saat berada di Kota Madinah.

Pada gelombang pertama terdapat 521 calon haji yang diberangkatkan dan menjalani karantina di asrama haji Embarkasi Kota Balikpapan, satu calhaj ditunda keberangkatannya pada gelombang kedua, karena kondisi kesehatan.

Para calon haji diberangkatkan melalui Bandar Udara (Bandara) Internasional Sultan Aji Sulaiman (SAMS) Sepinggan Kota Balikpapan.

Pemberangkatan calon haji gelombang pertama pada kelompok terbang (kloter) satu sebanyak 360 orang, termasuk empat orang petugas haji.

"Petugas haji, berdasarkan ketentuan dari Arab Saudi ada pembatasan, sehingga yang bisa dikirim ada lima petugas. Tapi, juga ada petugas daerah perwakilan untuk membantu para calhaj," katanya.

Calon haji kloter pertama yang tertua berusia 87 tahun lebih enam bulan atas nama Abdul Wahid warga Balikpapan Tengah, dan calhaj termuda berusia 19 tahun tiga bulan atas nama Gazali Aida masuk kloter 15 warga Balikpapan Utara.

"Pemberangkatan calon haji dipastikan tidak ada kendala, baik visa dan sebagainya, visa seluruh calhaj sudah terbit," ujarnya.
 



Pewarta: Nyaman Bagus Purwaniawan/Muhammad Solih Januar
Editor : Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2026