Kami memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan membawa manfaat maksimal bagi masyarakat

Samarinda (ANTARA) - Pemerintah Kota Cilegon berhasil mencatatkan prestasi dengan tidak hanya meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk sebelas kali beruntun, namun mampu  menghadapi tantangan defisit anggaran dengan  inovasi dan transparansi, menjadikannya inspirasi bagi daerah lain di Indonesia.

Plt Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda Litbang) Kota Cilegon Syafrudin melalui keterangannya di Samarinda, Senin, menyatakan bahwa transparansi dan akuntabilitas menjadi kunci keberhasilan  penataan keuangan daerah. 

"Kami memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan membawa manfaat maksimal bagi masyarakat," ujarnya.

Syafrudin menjelaskan bahwa Pemkot Cilegon  bekerjasama dengan BPK  dan masyarakat  dalam  menciptakan berbagai terobosan untuk  meningkatkan efisiensi anggaran tanpa mengurangi manfaat program.  

Beberapa langkah inovatif yang telah dilakukan antara lain penjadwalan ulang prioritas pembangunan dan optimalisasi penggunaan anggaran.

"Efektivitas penggunaan anggaran adalah poin krusial," ungkap seorang pakar keuangan daerah. "Setiap rupiah harus benar-benar  memberikan dampak positif bagi masyarakat."

Meskipun  menorehkan prestasi dalam pengelolaan keuangan, Kota Cilegon, seperti daerah lain di Indonesia,  juga menghadapi tantangan defisit anggaran.  Namun, Syafrudin menegaskan bahwa kondisi ini bersifat sementara dan tengah dalam tahap penyelesaian.

"Kami berkomitmen untuk menyelesaikan persoalan ini secara bertahap tanpa mengurangi kualitas pelayanan publik," tambahnya.

Syafrudin  menyampaikan  bahwa  keterbukaan informasi dan partisipasi masyarakat  merupakan  fondasi  pemerintahan yang bersih dan profesional.

"Pemkot Cilegon  akan terus bekerja keras  memastikan setiap anggaran digunakan seefisien mungkin demi kesejahteraan bersama," tegasnya.

Sekretaris Daerah Pemerintah Kota Cilegon, Maman Mauludin,  menjelaskan  bahwa Pemkot  telah memiliki strategi  untuk menyelesaikan kewajiban pembayaran kepada pihak ketiga, yang rencananya akan dilaksanakan pada Februari 2025.

Maman  menambahkan bahwa  Pemkot Cilegon  mengacu pada surat edaran dari Kementerian Dalam Negeri terkait  pengelolaan anggaran.  Salah satu imbauan dalam surat edaran tersebut  adalah  penyesuaian  hibah dan bantuan sosial  berdasarkan ketersediaan anggaran.  Langkah ini  diambil untuk menjaga stabilitas keuangan daerah  tanpa mengorbankan  pelayanan kepada masyarakat.

Mantan Wakil Ketua DPRD Provinsi Banten, Hasbi Sidik,  menyoroti  bahwa defisit anggaran merupakan  isu  nasional. "Kolaborasi antara pemerintah daerah dan BPK  sangat penting untuk menciptakan efisiensi dan efektivitas dalam penggunaan anggaran," ujarnya.

Hasbi  mengapresiasi  langkah-langkah  yang telah  diambil Pemkot Cilegon dalam menghadapi tantangan defisit anggaran. Ia  berharap  upaya  tersebut  dapat  menjadi contoh  bagi daerah lain  dalam  mewujudkan  tata kelola keuangan yang baik.



Pewarta: Ahmad Rifandi
Editor : Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2026