Imbas dari kondisi air Sungai Mahakam saat ini membuat penurunan kualitas produksi sehingga air yang sampai ke pelanggan menjadi keruh. Dalam alur produksinya, air sungai disedot melalui sejumlah prasarana intake untuk diteruskan ke Instalasi Pengolahan Air (IPA) milik PDAM.
Humas PDAM Tirta Kencana Syarif Rahman Hakim mengungkapkan mulanya hanya intake Loa Kulu untuk IPA Bendang yang terkena air bangai ini, tapi sekarang sudah merambah ke intake dan IPA lainnya. Bahkan semua intake sudah menyedot air bangai ini. Kondisi Air baku ini jelas sangat mempengaruhi hasil produksi PDAM.
Usaha PDAM untuk mengembalikan kualitas air distribusi ke rumah warga sudah maksimal. Bahkan sejumlah langkah teknis sudah dilakukan. Biasanya, untuk mengolah air jernih, PDAM cukup menggunakan aluminium sulfat, soda air dan kaporit. Namun sekarang PDAM menambahkan zat kimia lain, yakni kaolin untuk mempercepat penjernihan. Ternyata hasilnya belum juga maksimal.
" Biar ditambahkan kaolin, tetap saja hasil air yang kami hasilkan tak sejernih dan sebaik sebelumnya," kata Syarif.
Ia menduga, air Sungai Mahakam bangai akibat hujan jarang turun di Samarinda dan kawasan hulu Mahakam. Sehingga sungai surut dan air rawa ikut turun ke Mahakam, disertai air dari akarnya yang berwarna kemerahan. Tampaknya, diperlukan penelitian serius untuk mengetahui pasti apa yang membuat air sungai mengalami bangai, sehingga bisa ditangani dengan optimal.
Untuk meningkatkan kualitas air yang digunakan, Syarif menyarankan warga mendiamkan air yang mereka manfaatkan, minimal satu hari. Kemudian untuk air yang dikonsumsi, sebaiknya dimasak sesuai aturan.
" Kami mohon maaf atas terganggunya kualitas air produksi kami ini," tandas Syarif. (*)
Editor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026