â€Seperti diketahui dampak dari perdagangan bebas membuat berbagai industri kecil negeri ini terpukul. Akibatnya pengusaha kecil yang tidak memiliki cukup modal harus rela gulung tikar,†katanya.
Menurut dia, industri kecil merupakan urat nadi pertumbungan ekonomi masyarakat baik di perkotaan maupun di pedesaan, sehingga perlu mendapat perlindungan dari pemerintah seiring ketatnya persaingan dengan industri besar, terutama produsen dari luar negeri.
Dia mencontohkan, Tiongkok dan beberapa negara lainnya telah cukup lama menerapkan pembangunan industri kecil bahkan untuk jenis produksi mobil dan motor. Hasilnya dalam waktu relatif singkat, Tiongkok berhasil membangun pertumbungan ekonomi maju dan pesat, dan hingga saat ini masih menjadi penyumbang terbesar pendapatan negara dan masyarakatnya.
Menurutnya, sudah saatnya Kaltim menerapkan sistem pembangunan perekonomian rakyat kecil seperti halnya Tiongkok, sehingga daerah tidak lagi bertumpu kepada hasil sumber daya alam khususnya pertambangan yang tidak dapat diperbarui dan sangat terbatas.
“Kaltim kaya beragam jenis industri baik kuliner hingga teknologi informasi. Apabila dapat dikelola dengan maksimal oleh pemerintah, bukan tidak mungkin beberapa tahun ke depan Kaltim menjadi daerah maju dan berkembang dari provinsi lainnya,†kata politikus Partai Keadilan Sejahtera ini.
Dikatakannya, selain program peningkatan sumber daya manusia dan pemberian modal dengan mudah, pemerintah juga perlu membantu mencarikan pangsa pasar terhadap produk yang dihasilkan industri kecil.
Di beberapa negara maju, menurutnya, bunga yang diterapkan pada peminjaman modal hanya 6 persen per tahun. Kondisi ini jauh berbeda dengan Kaltim yang menerapkan bunga pengembalian mulai dari 14 hingga 20 persen per tahun.
“Melalui kemudahan pemberian modal, maka produk yang dihasilkan selain berkualitas juga akan terjangkau harganya, sehingga akan lebih mudah bersaing bukan hanya dalam pasar lokal melainkan juga internasional,†kata Ali Hamdi. (Humas DPRD Kaltim/adv/lin/met)
Editor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.