“Bentang panjang Jembatan Pulau Balang sekitar 800 meter akan kita redesign. Jika desain awal hanya berupa jembatan untuk kendaraan roda dua dan empat, maka setelah diredesign akan menjadi dua tingkat, dimana untuk kendaraan bermotor di sisi atas dan dibawahnya untuk rel kereta api,†ungkap Awang Faroek usai menjadi keynote speech pada Regional Government Conference (RGC) dan Indonesia International Infrastructure Conference and Exhibition di JCC Plenary Hall, Rabu (13/11).
Menurut dia, pembangunan dengan desain tersebut dimungkinkan. Seperti di Russia, tepatnya di Kota Sochi yang memiliki konstruksi bangunan jembatan dengan memadukan jalan untuk kendaraan bermotor pada sisi atas dan rel kereta api pada sisi bawah.
Desain baru tersebut secepatnya akan diusulkan Pemprov Kaltim ke Pemerintah Pusat. Sedangkan untuk pendanaan, sambung dia, akan ada kolaborasi antara APBN untuk pembangunan jembatan pada sisi atas dan Russian Railways melalui Kalimantan Railways untuk jalur rel kereta api pada sisi bawah.
Sementara itu, untuk Jembatan Pulau Balang bentang pendek sepanjang 470 meter yang dibiayai melalui APBD Kaltim desainnya tidak akan mengalami perubahan atau tetap sama seperti desain awal. Untuk bentang pendek ini pada 2013 ditargetkan sudah dapat tersambung antara kedua sisi.
“Hanya bentang panjang yang akan kita redesign. Untuk bentang pendek sudah tidak mungkin kita ubah, karena sudah hampir selesai,†ucapnya.
Diketahui, pembangunan Jembatan Pulau Balang merupakan salah satu proyek strategis yang masuk dalam program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) Koridor Ekonomi Kalimantan. Jembatan yang menghubungkan Balikpapan dengan PPU ini akan menjadi jalur Trans Kalimantan wilayah selatan.
Dengan pembangunan Jembatan Pulau Balang pula diharapkan dapat mendukung perkembangan Kawasan Industri Kariangau (KIK), serta mendukung penguatan konektivitas antar wilayah karena akan terhubung dengan Jalan Tol Balikpapan-Samarinda yang juga sedang dalam tahap pembangunan.(Humas Prov Kaltim/her)
Editor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.