Samarinda (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) membuka peluang bagi investor global untuk memperluas investasi dan mengembangkan hilirisasi industri guna memperkuat rantai pasok ekonomi daerah.
Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji di Samarinda, Kamis, mengatakan Kaltim memiliki beragam potensi kawasan strategis yang siap dikembangkan untuk mendukung investasi sekaligus mempercepat hilirisasi industri.
Sejumlah kawasan strategis tersebut di antaranya kawasan smelter di Pendingin (Kutai Kartanegara) dan Balikpapan, serta Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK) di Kabupaten Kutai Timur.
"Kaltim mengundang investor untuk berinvestasi dan melakukan hilirisasi lebih jauh," kata Seno saat menerima audiensi Komisaris Utama PT Sany Indonesia Finance Saanjay Shamdasani di Samarinda.
Seno mengapresiasi komitmen Sany Group yang telah melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pabrik di Batulicin, Kalimantan Selatan, dan berharap perusahaan global tersebut turut memperluas investasinya di Kaltim.
Menurut dia, investasi baru tidak hanya akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah, tetapi juga menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, serta memperkuat rantai industri setempat.
Sementara itu, Komisaris Utama PT Sany Indonesia Finance Saanjay Shamdasani mengatakan kunjungan tersebut bertujuan untuk menjajaki kemitraan strategis sekaligus membangun sinergi yang mendukung keberlanjutan investasi di Kaltim.
Sany Group memaparkan sejumlah rencana strategis yang sejalan dengan agenda pembangunan daerah, serta mengharapkan dukungan, masukan, dan saran operasional dari Pemprov Kaltim untuk keberlanjutan usaha mereka.
Dalam pertemuan tersebut, Wagub Seno Aji didampingi Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltim Fahmi Prima Laksana, serta dihadiri Manager of Government Relations Sany Group Al Faris Renwair.
Pewarta: ArumantoEditor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.