Samarinda (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) mendorong pengelola pusat perbelanjaan baru di Kota Balikpapan untuk memberikan kemudahan persyaratan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal dalam mengembangkan usahanya.
"Kehadiran pusat perbelanjaan baru di Balikpapan harus memberikan dampak langsung terhadap perekonomian daerah, terutama melalui penyerapan tenaga kerja lokal dan keterlibatan pelaku UMKM," kata Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji di Samarinda, Jumat.
Menurut Seno, pembangunan dan pengembangan pusat perbelanjaan baru harus menjadi bagian dari upaya memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat Kaltim.
Oleh karena itu, pemerintah daerah perlu dilibatkan sejak awal agar penyerapan tenaga kerja lokal dapat dioptimalkan.
Harapan tersebut disampaikan Seno Aji saat menerima audiensi jajaran manajemen Central Park Borneo Bay Balikpapan di Ruang Rapat Wagub, Kantor Gubernur Kaltim.
Ia menegaskan keberadaan pusat perbelanjaan tidak semestinya hanya menjadi ruang bagi pelaku usaha berskala besar.
Pelaku UMKM lokal juga harus mendapatkan ruang untuk tumbuh dan mengambil bagian dalam aktivitas ekonomi yang tercipta.
"Kita ingin mengangkat ribuan UMKM baru di Kaltim. Jika persyaratannya bisa dipermudah, kami ingin tahu mekanismenya agar pelaku UMKM bisa berkontribusi dan terlibat langsung dalam pengembangan mal baru ini," ujar dia.
Ia juga membuka peluang kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku ekonomi kreatif (ekraf), dan pengelola Central Park Borneo Bay melalui berbagai kegiatan, termasuk ajang budaya.
Kolaborasi tersebut dinilai dapat menjadi sarana promosi produk lokal sekaligus memperkuat daya tarik kawasan.
Seno optimistis kawasan ini akan menjadi magnet ekonomi baru bagi Kaltim, terlebih dengan semakin aktifnya Ibu Kota Nusantara (IKN) pada tahun depan, termasuk rencana Wakil Presiden untuk berkantor di sana.
Ia berharap pengembangan kawasan tersebut memberikan efek pengganda (multiplier effect) terhadap perekonomian daerah, menekan angka pengangguran, serta memperkuat ekosistem usaha lokal.
Sementara itu, General Manager Plaza Balikpapan dan Central Park Borneo Bay Aries Adriyanto mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan sejumlah ruang khusus yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku UMKM lokal.
"Kami menyiapkan trade center zona UMKM dan area food court. Kami ingin pelaku usaha lokal ikut berkontribusi aktif, bukan hanya sebagai penonton," kata Aries.
Ia mengatakan pada tahap awal pengembangan Central Park Borneo Bay diproyeksikan mampu menyerap lebih dari 1.000 tenaga kerja, yang diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan pendapatan daerah.
Aries juga menilai dukungan pemerintah daerah sangat penting untuk mengoptimalkan dampak ekonomi tersebut, salah satunya melalui dorongan pada sektor pariwisata guna meningkatkan perputaran roda ekonomi.
Central Park Borneo Bay Balikpapan merupakan salah satu pusat perbelanjaan yang dikembangkan oleh PT Agung Podomoro Land Tbk, pengembang yang juga membangun sejumlah pusat perbelanjaan terkemuka di Jakarta seperti Central Park dan Senayan City.
Pewarta: ArumantoEditor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.