Kami tidak mengada-ada karena beberapa daerah, seperti DKI, Jawa Barat, Jawa Timur dan Kalimantan Selatan sudah mengiming-iming status PNS kepada atlet berprestasi kita, asalkan mereka mau pindah ke daerah merekaSamarinda (ANTARA Kaltim) - Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltim baru bisa mengusulkan atlet yang direkomendasikan KONI setempat sebagai calon pegawai negeri sipil (CPNS) pada 2014.
"Untuk penerimaan CPNS pada 2013 tidak mungkin lagi kita usulkan karena batas waktu untuk tahun ini sudah menjelang pelaksaan tes calon PNS," kata Kepala BKD Kaltim HM Yadi Robyan Noor di Samarinda, Selasa.
Ketua Umum KONI Kaltim Zuhdi Yahya didampingi oleh sejumlah pengurus bersilaturahim dengan pejabat BKD Kalimantan Timur sekaligus berkoorinasi mengenai upaya menjadikan atlet berprestasi (level PON, SEA Games dan Olimpiade) menjadi PNS.
Kepala BKD yang akrab dipanggil Roby itu menyatakan dukungan penuh terhadap upaya KONI tersebut. "Tapi yang bisa kami lakukan adalah pada penerimaan 2014. Kami juga berharap agar KONI Kaltim melengkapi biodata atlet secara akurat, mulai dari prestasi, tahun prestasi, usia, tempat tanggal lahir serta pendidikan terakhir," ujarnya.
"Bukan karena kami terlambat dalam menyampaikan usulan ini namun karena kepengurusan KONI baru ini terbentuk pada 8 Juli 2013," kata Ketua Umum KONI Kaltim Zuhdi Yahya dalam pertemuan itu.
Ia menjelaskan, khusus untuk atlet berprestasi yang diusulkan KONI Kaltim menjadi CPNS pada PON 2008 mencapai 40 orang belum termasuk atlet berprestasi pada tingkat SEA Games dan Olimpiade.
"Kami menyambut baik atas respon positif dari BKD Kaltim, menjadikan atlet berprestasi sebagai PNS adalah impian semua atlet. Setiap kita tanyakan maka cita-cita mereka adalah menjadi PNS," katanya.
Selain itu, kata Zuhdi, beberapa daerah lain menjadikan pengangkatan PNS bagi atlet berprestasi sebagai strategi untuk mengambil atlet-atlet Kaltim yang prestasi emas sehingga sangat mempengaruhi target daerah itu untuk mencapai lima besar pada PON XIX-2016 Jawa Barat.
"Kami tidak mengada-ada karena beberapa daerah, seperti DKI, Jawa Barat, Jawa Timur dan Kalimantan Selatan sudah mengiming-iming status PNS kepada atlet berprestasi kita, asalkan mereka mau pindah ke daerah mereka," ujar Zuhdi. (*)
Pewarta: Iskandar ZulkarnaenEditor : Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.