"Pemerintah Kota Bontang menyampaikan belasungkawa dan saya selaku Sekretaris Daerah mewakili Pak Wali yang sedang menghadiri serah terima jabatan Kapolda Kaltim di Balikpapan, Pak Wakil Walikota di Jakarta dan Camat yang sedang di Siak turut prihatin atas musibah ini," kata Sekretaris Daerah Kota Bontang, Asmudin Hamzah, di Bontang, Jumat.
Asmudin secara simbolis menyerahkan bantuan tanggap darurat kepada perwakilan empat KK korban kebakaran.
"Tolong semua pihak terkait terus mengevaluasi atas musibah kebakaran baik di Tanjung Limau ini maupun Pasar Rawa Indah yang masih segar dalam ingatan. Kalau memang harus diperbuat maka harus diperbuat atau lakukan untuk para korban guna meringankan beban mereka," ujarnya sembari berharap semoga musibah ini yang terakhir di Bontang.
Turut hadir dalam penyerahan bantuan, Kabid Sosial Dissosnaker Agus Rudiansyah, Kabag Humas Sudi Priyanto, Sekretaris Camat Forestawa, Lurah Gunung Elai dan pejabat terkait.
Apong pemilik Toko Samaria dalam peristiwa kebakaran ini menderita kerugian paling banyak.
"Pada saat saya dibangunkan jam 03.00 Wita, asap sudah mengepul didalam toko saya dan setelah membangunkan keluarga dan lima karyawan yang tinggal di toko dalam kondisi listrik mati serta keluar rumah api sudah membara di rumah sebelah," ungkap Apong.
Kebakaran diawali dari rumah kedua sebelah kiri dari toko, terus meledakkan mobil dan akhirnya menjalar ke toko grosir paling tua di Bontang sejak jaman kota administratif itu.
"Hanya rumah yang ada asuransinya, sementara isi toko tidak diasuransikan. Semua barang yang ada di ruang display toko habis serta barang di gudang lapis pertama dan kerugian tidak bisa dihitung," katanya.
Apong mengungkapkan omzet toko Samaria perhari mencapai Rp100 juta.
Sementara itu Lurah Gunung Elai Asegaf menyampaikan seandainya api tidak terhalang gudang Toko Samaria maka korban kebakaran dipastikan akan lebih banyak lagi karena semua bangunan rumah dibelakang toko adalah kayu. (*)
Pewarta: SuratmiEditor : Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.