Samarinda (ANTARA Kaltim) - Pemerintah pusat dan daerah mengalokasikan dana pengembangan ternak untuk Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, yang totalnya mencapai sebesar Rp5,7 miliar untuk tahun anggaran 2013.

"Dana dari APBD Provinsi Kalimantan Timur dan APBN 2013 melalui Kementerian Pertanian itu tidak diserahkan dalam bentuk uang, tetapi sudah dibelikan sapi maupun kerbau, termasuk untuk pencegahan penyakit menular pada hewan ternak," ujar Kepala Dinas Peternakan Kalimantan Timur, Dadang Sudarya di Samarinda, Kamis.

Kegiatan yang dilakukan antara lain adalah pengadaan sapi dan kerbau sebanyak 150 ekor. Ternak untuk pembibitan itu diperuntukkan bagi lima kelompok peternak di empat kecamatan, yaitu Sei Menggaris, Nunukan, Nunukan Selatan (dua kelompok), dan Kecamatan Sebatik Tengah.

Dana pengembangan ternak berupa sapi bibit tersebut diharapkan dapat memacu pembangunan peternakan di Kabupaten Nunukan, yaitu melalui proses kelahiran agar populasinya terus meningkat.

Saat ini, katanya, jumlah pedet (anak sapi) yang dilahirkan di Kabupaten Nunukan hingga Mei 2013 mencapai 1.228 ekor atau 17,20 persen jika dibanding dengan jumlah sapi yang ada.

Diharapkan hingga akhir 2013, jumlah sapi terus bertambah sehingga tingkat kelahirannya meningkat hingga 20 persen bahkan lebih karena para peternak sudah mendapat pelatihan dan beberapa kelompok mendapat tambahan sapi bibit.

Dari jumlah populasi ternak sapi di Kaltim, katanya, Nunukan menduduki peringkat ketiga setelah Kutai Kartanegara dan Samarinda, kemudian berada pada peringat pertama untuk kabupaten dan kota lainnya di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).

Populasi sapi terbanyak di Kaltara berada di Nunukan yang mencapai 42 persen, begitu pula dengan populasi kerbau di Nunukan ini juga paling banyak yang mencapai 90 persen.

Dia menyebutkan, 150 ekor ternak bibit yang akan dibagikan kepada lima kelompok ternak di Nunukan itu, secara simbolis penyerahannya telah dilakukan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak bersamaan dengan kunjungan kerja ke kabupaten itu.

Sapi-sapi tersebut saat ini sedang dalam tahap pembelian oleh pemenang lelang. Diperkirakan pada akhir Juli 2013 siap didistribusikan kepada semua kelompok ternak yang berhak menerimanya. (*)


Pewarta: M Ghofar
Editor : Arief Mujayatno

COPYRIGHT © ANTARA 2026