Samarinda (ANTARA Kaltim) - Hasil pemantauan lapangan anggota Komisi III DPRD Kaltim asal Dapil V, Datuk Yasir Arafat, jalan trans Kalimantan menuju wilayah utara, dari Samarinda hingga Kabupaten Malinau, banyak rusak. Kubangan kerbau, lubang-lubang besar menganga dan longsor tak sedikit ditemukan pada ruas jalan yang biaya perbaikannya menjadi tanggungan APBN tersebut.  

"Saya minta pemerintah pusat segera turun tangan memperbaiki ruas jalan trans Kalimantan ke wilayah utara Kaltim tersebut. Pemerintah provinsi melalui Dinas PU juga harus ikut mendesak pusat. Tapi kalau pusat tidak juga peduli, mau tidak mau perbaikannya harus menggunakan dana APBD seperti ruas trans Kalimantan poros tengah  Gusiq-Simpang Blusuh, Kubar sepanjang 52 kilometer yang dikerjakan kontraktor KSO Bangun Cipta-Surya Bakti-Bengalon. Provinsi harus mengambil tanggung jawab pusat, karena ini demi rakyat," kata politisi PDI Perjuangan asal daerah pemilihan Bulungan, Tarakan, Nunukan, Malinau dan Tana Tidung ini, Rabu (6/3).
 
Menurut Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kaltim ini, dia melakukan pemantauan lapangan 26 Februari-1 Maret 2013. Kondisi paling parah berada pada ruas jalan trans Kalimantan Berau-Bulungan dan Bulungan-Tana Tidung-Malinau.

Pada ruas jalan tersebut ditemukan banyak lubang besar berisi lumpur, yang membuat pengendara kendaraan roda empat maupun roda dua harus selalu waspada dan berhati-hati, jika tidak ingin mengalami kecelakaan.

"Salah-salah terperosok dan celaka, makanya pengendara mobil maupun sepeda motor harus selalu waspada dan berhati-hati. Ruas jalan-ruas jalan tersebut juga banyak longsor, makanya mendesak diperbaiki. Kasihan masyarakat, karena jalan-jalan itu menjadi urat nadi perekonomian mereka," kata wakil rakyat kelahiran Tanjung Palas, Bulungan, 15 November 1971 ini.

Menurut Wakil Ketua DPRD Bulungan periode 1999-2004 dan anggota DPRD Bulungan 2004-2009 ini, kerusakan jalan trans Kalimantan Berau-Bulungan dan Bulungan-Tana Tidung-Malinau lebih banyak disebabkan faktor alam, yakni curah hujan tinggi dan kondisi tanah badan jalan yang labil.

Namun diakuinya, truk-truk pengangkut kelapa sawit juga turut memberi kontribusi pada kerusakan jalan tersebut. Karena itu perlu pengawasan terhadap tonase kendaraan-kendaraan berat yang melintas.

Pada saatnya pemerintah harus membangun jembatan timbang untuk mengontrol beban kendaraan yang lewat di ruas-ruas jalan itu.

Untuk ruas jalan yang seringkali digenangi air dan rawan longsor, Datuk Yasir Arafat mengusulkan agar pemerintah membangunnya dengan sistem cor beton (rigid).

"Pada ruas-ruas yang seringkali direndam banjir saja, harus dicor beton, agar tahan lama. Saya lihat pada ruas Gusiq-Simpang Blusuh, Kubar seperti itu. Ada variasi aspal hotmix dan cor beton," kata Datuk Yasir Arafat. (Humas DPRD Kaltim/adv/mir)



Editor : Arief Mujayatno

COPYRIGHT © ANTARA 2026