Dengan adanya bantuan yang diberikan akan sangat membantu dalam mengatasi berbagai bencana yang terjadi seperti kebakaran, banjir dan bencana lainnyaSangatta (ANTARA Kaltim) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Timur Kalimantan Timur mendapat bantuan dana dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) senilai Rp777,3 juta.
Bantuan itu dalam bentuk barang dan diarahkan untuk membantu meningkatkan pelaksanaan tugas-tugas di daerah, demikian siaran pers Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Timur yang diterima Kamis.
Bantuan sebesar Rp777,3 juta bukan dalam bentuk uang, namun berupa barang,seperti perahu karet kapasitas 10 orang, mesin perahu 25 PK, tenda posko. Tenda pengungsi.Kemudian solar lamp, tenda keluarga, velbed, HT, Orig, SSB, Senter HID Search Light dan Genset 10 KVA.
"Nilai bantuan mencapai tujuh ratus tujuh puluh tujuh juta lebih dalam bentuk, semua peralatan untuk membantu BPBD Kutai Timur jika terjadi bencana alam," Kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Timur, H Zainuddin Aspan.
Menurut Zainuddin Aspan, bantuan barang senilai Rp777,3 tersebut diserahkan Deputy Bidang Logistik dan Peralatan BNPB Dewina Nasution dan diterima langsung Zainuddin Aspan di Jakarta, Kamis.
Zainuddin Aspan yang mantan Kabag Hukum Setkab Kutai Timur ini mengatakan, ketika menerima bantuan dari Deputi Bidang Logistik dan Peralatan, didampingi Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan, Logistik dan Peralatan Drs HM Syafranuddin serta Kasi Logistik Samsul Alam.
Zainuddin Aspan menyebutkan, bantuan BNPB sangat membantu pelaksanaan tugas didaerah, sebab berbagai bencana yang selama ini terjadi, namun BPBD Kutai Timur belum memiliki peralatan yang cukup.
"Dengan adanya bantuan yang diberikan akan sangat membantu dalam mengatasi berbagai bencana yang terjadi seperti kebakaran, banjir dan bencana lainnya," kata dia.
Menurut Zainuddin, usai menyerahkan bantuan, Deputy Bidang Logistik dan Peralatan BNPB Dewina Nasution berharap semua bantuan BNPB digunakan maksimal namun dipelihara baik agar tahan lama.
Diajuga berharap semua BPBD semakin meningkatkan kualitas SDM Tim Reaksi Cepat (TRC) dengan meningkatkan kebutuhan dasar sebagai anggota TRC.
Zai, panggilan akrab Zainuddin mengatakan, pemetaan rawan bencana di akan lebih dimaksimal sehingga perencanaan kebutuhan logistik dan peralatan bisa diprogramkan.
Dengan pemetaan rawan bencana, bisa menyusun suatu kerangka kerja untuk TRC jika terjadi bencana meski demikian kekurangan peralatan bukan hambatan untuk memberikan bantuan kepada masyarakat sebagai korban bencana. (*)
Pewarta: Adi SagariaEditor : Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2026