"Kami di DPRD turut bersyukur karena Kaltim sering dijadikan tuan rumah berbagai perhelatan nasional, termasuk Porsenas PGRI yang digelar saat ini," ujar Ketua Komisi IV yang membidangi Pendidikan dan Kesejahteraan Rakyat ini, saat menghadiri Pembukaan Porsenas PGRI di Stadion Madya Sempaja, Samarinda, Sabtu.
Menurutnya, dengan seringnya Kaltim dijadikan tuan rumah, maka daerah itu akan semakin banyak dikenal luas. Hal ini tentu akan berdampak positif terhadap promosi daerah, baik promosi pendidikan, promosi wisata, maupun promosi potensi daerah.
Cabang yang dilombakan dalam Porsenas PGRI yang sudah dimulai sejak 2 November dan akan ditutup pada 6 November itu adalah, untuk olahraga terdiri dari bulu tangkis beregu, tenis meja beregu, dan catur.
Sedangkan cabang yang dilombakan dalam seni adalah menyanyi solo putra dan putri, lomba melukis, dan lomba kreativitas seni guru dalam mengajarkan olahraga dan kesenian.
Terkait dengan Porsenas ini, dia berharap agar kegiatan tersebut tidak sekedar untuk mencari juara atau mencari menang dan kalah, namun makna penting yang harus pahami adalah memupuk persahabatan sesama rekan guru di nusantara.
Tujuan dari memupuk persahabatan ini adalah, jika ada permasalahan di masa mendatang, maka akan ada koordinasi sesama rekan, sehingga permasalahan yang muncul dapat secepatnya ditangani karena seringnya ada komunikasi.
Ditanya tentang kesejahteraan guru saat ini, dia mengatakan bahwa sejak beberapa tahun terakhir nasib guru sudah lebih baik dari sebelumnya, alias tidak ada lagi guru yang disebut "Umar Bakri".
Hal itu terjadi lantara gaji guru sudah lebih tinggi, kemudian ada tunjangan dan insentif. Apalagi bagi guru yang mengajar di daerah terpencil atau kawasan perbatasan, sudah ada tunjangan khusus.
Bahkan, lanjut dia, saat ini Fakultas Kejuruan Ilmu Pendidikan (FKIP) semakin banyak mahasiswa. Ini menandakan bahwa banyak mahasiswa yang ingin menjadi guru. Sedangkan mereka ingin menjadi guru karena tahu bahwa gaji guru sudah besar sehingga banyak yang sudah sejahtera.
Untuk itu, dia berharap agar para guru juga mengimbanginya dengan profesional saat menularkan ilmunya kepada anak didiknya. Profesional itu di antaranya bukan hanya bisa mengajar, namun juga mendidik, membimbing, dan tidak meninggalkan kelas saat jam pelarannya. (*)
Pewarta: M GhofarEditor : Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.