Balikpapan (Antaranews Kaltim) - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) menargetkan seluruh sistem kelistrikan di Kalimantan Timur, Selatan, Tengah, dan Utara sudah tersambung pada 2020 setelah terhubungnya jaringan Sistem Mahakam dan Sistem Barito.

"Di mulai dari Mei ini antara Sistem Mahakam dan Sistem Barito," kata General Manager PLN Wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara Riza Novianto Gustam di Balikpapan, Rabu.

Sistem Mahakam adalah sistem pembangkitan dan distribusi listrik di Kalimantan Timur. Sistem ini menghubungkan pembangkit-pembangkit yang ada di Balikpapan, Kutai Kartanegara, Samarinda, dan Bontang. Sedangkan Sistem Barito adalah jaringan listrik di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

Menurut Riza, apabila kedua sistem telah terkoneksi, maka sistem kelistrikan Kalimantan akan lebih andal karena saling mendukung sehingga energi yang dihasilkan akan lebih maksimal disalurkan.

"Seperti saat ini Sistem Mahakam sedang kelebihan daya 200 Mega Watt. Itu bisa kita salurkan kepada daerah yang kekurangan," kata Riza.

Lagipula, menyambungkan antara Sistem Mahakam dan Sistem Barito berarti juga memperluas jangkauan Sistem Mahakam, karena kota-kota seperti Penajam dan Paser serta permukiman di sepanjang wilayah itu akan mendapat manfaat dari koneksi ini.

"Kami lebih siap mendukung pertumbuhan ekonomi Kaltim, Kalsel, juga Kaltara," lanjut Riza.

Penggabungan kedua sistem itu juga akan meningkatkan rasio elektrifikasi atau luasan cakupan listrik yang bisa dicapai PLN. Untuk wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, rasio elektrifikasi sudah mencapai 92,17 persen dan  diharapkan sudah 100 persen pada 2020.

Riza menambahkan, sekitar 6 persen tersisa yang belum mendapat pasokan listrik PLN adalah daerah yang terpencil, terluar, dan terdepan.

Provinsi Kalimantan Timur banyak memiliki daerah seperti itu, antara lain kampung-kampung di hulu Sungai Mahakam dan pulau-pulau terluar seperti Pulau Maratua di Kabupaten Berau.

Bahkan, Kota Balikpapan memiliki kampung terpencil Salok Lai yang baru saja mendapat pasokan listrik, demikian pula Loa Duri yang terletak di Kota Samarinda.

"Dusun Salok Lai itu lebih kurang 11 km dari jalan besar, di tengah perbukitan berupa perkebunan, hanya ada 40 keluarga, termasuk administrasi Kelurahan Teritip," terang GM PLN Balikpapan Ahmad Syauqi.

Untuk kawasan tersebut, PLN tinggal menarik kabel distribusi yang dimulai dari Jalan Mulawarman Balikpapan.

Untuk daerah yang lebih terpencil seperti di pedalaman Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, atau Berau di Kalimantan Timur, PLN mempertimbangkan pembangkitan dengan tenaga air walaupun dalam skala kecil (mikro hidro) dan juga penggunaan solar cell untuk pembangkit listrik tenaga surya. (*)
Baca juga: Seluruh desa di Kaltim terlayani listrik PLN

Pewarta: Novi Abdi

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2018