Balikpapan (ANTARA Kaltim) -  Pengunjung Perpustakaan Digital i-Balikpapan yang diluncurkan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan setempat pada 17 Agustus 2017, kini lebih dari 200 orang per hari.

"Mereka umumnya pelajar, dan mahasiswa, dan banyak juga warga masyarakat umum," kata Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Koa Balikpapan, Kalimantan Timur, Herry Misnoto di kantornya, Rabu.

Seperti umumnya di perpustakaan konvensional, para pengunjung meminjam buku, mencari bahan referensi untuk menyelesaikan tugas dari sekolah atau perguruan tinggi, tetapi banyak pula yang hanya membaca di perpustakaan itu.

"Buku fiksi, sastra, sejarah, dan berbagai jenis buku lain banyak juga dibaca dan dipinjam. Itu jenis bacaan yang orang membaca karena hobi dan minat," jelas Misnoto.

Perpustakaan digital i-Balikpapan sementara ini memiliki koleksi 2.300 judul buku. Tidak seperti perpustakaan konvensional yang terbatas dengan jumlah eksemplar, buku digital tidak mengalami hal seperti itu karena peminjam sebenarnya mengopi file dari buku yang dipinjam. Hanya saja umur dari file kopian, atau buku yang dipinjam, dibatasi umurnya sehingga akan luruh dengan sendirinya setelah tujuh hari masa peminjaman.

"Aplikasi i-Balikpapan ini masih harus dikembangkan," kata Prasetya, warga Balikpapan Baru.

Menurutnya, tampilan buku yang dipinjam lewat i-Balikpapan tidak bisa disetel. Pada buku digital yang memiliki banyak halaman atau "tebal", ukuran huruf atau halamannya di-default atau dikunci sehingga tidak bisa disesuaikan dengan kondisi mata pembaca.

I-Balikpapan juga tidak menyediakan pembatas buku. Dalam buku digital, fasilitas pembatas buku memungkinkan pembaca menemukan kembali halaman yang sedang dibacanya dengan cepat. Karena tidak ada pembatas buku, peminjam buku digital harus membuka kembali `halaman buku satu demi satu.

"Jadi agak merepotkan," kata Prasetya. (*)

Pewarta: Novi Abdi

Editor : Rahmad


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2017