Samarinda (ANTARA Kaltim) - DPRD Kalimantan Timur siap membantu mengalokasikan anggaran untuk pembangunan jalan pendekat Jembatan Kembar Samarinda, pada dua sisi yakni di sisi Samarinda dan di sisi Samarinda Seberang dengan anggaran mencapai Rp391 miliar.

"DPRD Kaltim akan menggodok anggaran tersebut di 2014. Insya Allah harapan masyarakat untuk memiliki jembatan kembar bisa terlaksana secepatnya," kata Ketua Komisi III Dahri Yasin di Samarinda, Jumat (22/2).

Dia menambahkan pembangunan jembatan ini harus benar-benar diseriusi Dinas Pekerjaan Umum. DPRD Kaltim pun akan mengawasi perkembangan pembangunan jembatan ini agar bisa rampung sesuai target.

Pembangunan Jembatan Kembar didanai APBD Kaltim, dan kemajuan pengerjaannya pun baru 21,15 persen.

Jembatan ini memerlukan dana untuk jalan pendekat di sisi Samarinda kota sebesar Rp148 miliar, dan di sisi Samarinda Seberang Rp243 miliar.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kaltim, Taufik Fauzi, mengatakan dana pembangunan jalan penghubung Jembatan Kembar pada dua sisi belum tersedia.

Jalan pendekat ini direncanakan berupa jalan layang (fly over) yang dibangun di sisi jalan Slamet Riyadi dan Jalan Bung Tomo.

Urusan dana ini menurut Dahri Yasin tentu harus mendapat atensi dari Badan Anggaran di DPRD Kaltim.

"DPRD Kaltim akan membantu Pemprov dan anggaran jalan pendekat ini semestinya bisa dialokasikan pada APBD 2014," kata Dahri Yasin

Menurut Dahri Yasin adanya Jembatan Kembar yang pembangunannya berdampingan dengan Jembatan Mahakam tersebut sangat dibutuhkan warga Samarinda sebagai penghubung akses jalan dari Samarinda Kota ke Samarinda Seberang sebagai jalur transportasi menuju Balikapapan dan Sangasaga.

"Jembatan Mahakam sudah berumur 25 tahun lebih dan memang sudah layak ada jembatan baru untuk menunjang jembatan lama. Saya berharap tidak ada hambatan, sehingga pembangunannya bisa cepat terealisasi," kata Dahri.

Pembangunan jembatan kembar yang lokasinya berdampingan dengan Jembatan Mahakam Samarinda membutuhkan anggaran sebesar Rp400 miliar dari APBD Kaltim, padahal estimasi sebelumnya senilai Rp252 miliar.

Estimasi atau perkiraan anggaran yang dibutuhkan itu, kemudian seiring terjadinya inflasi dan perkembangannya, biaya pembangunannya bertambah sebesar Rp148 miliar sehingga total menjadi Rp400 miliar. (Humas DPRD Kaltim/adv/dit/met/mir)

Pewarta:

Editor : Arief Mujayatno


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2013