Senin, 21 Agustus 2017

Pembayaran Pensiun ke-13 Senilai Rp54,5 M di Samarinda Lancar

id taspen, samarinda, dadang, suhartono
Pembayaran Pensiun ke-13 Senilai Rp54,5 M di Samarinda Lancar
Kepala Cabang PT Taspen (Persero) Samarinda Dadang Suhartono saat memantau pembayaran pensiun ke-13 di BRI Samarinda, Senin. (ANTARA Kaltim/M Ghofar)

Samarinda (ANTARA Kaltim) - Pembayaran pensiun ke-13 dengan total senilai Rp54,5 miliar di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, yang dimulai Senin berjalan lancar, meski ada beberapa pensiunan yang mengomel karena nomor antreannya di atas 100.

"Saya tadi sampai di sini sekitar jam 7, ternyata sudah banyak yang antre. Ketika ke loket, ternyata dapat nomor antrean 134. Sedangkan di belakang saya masih banyak yang antre, berarti nomor antrean mereka lebih jauh," ujar Murniansyah, salah seorang pensiunan 2010 RRI Samarinda saat antre di BRI Samarinda, Senin.

Sementara Darham, seorang pensiunan tahun 2016 dari Dinas Perhubungan Provinsi Kaltim, saat antre di bank yang berlokasi di Jalan Awang Long Samarinda tersebut, mengaku datang mengambil antrean pukul 05.00 dini hari, setelah makan sahur dan jalan-jalan sebelum shalat Subuh.

Ia kaget, ternyata saat datang jam segitu sudah ada puluhan orang yang antre sehingga ia mendapat nomor antrean 44. Bahkan di belakang dia juga masih banyak orang yang juga antre mengambil nomor. Setelah mendapat nomor antre, ia pun pulang lagi karena rumahnya dekat.

Kepala Cabang PT Taspen (Persero) Kota Samarinda Dadang Suhartono, saat memantau pembayaran pensiunan ke-13 di BRI, mengku kedatangannya ini untuk memastikan bahwa uang pensiun bagi 23.431 orang dengan nilai Rp54,5 miliar tersebut sudah mulai dibayarkan kepada mereka yang berhak menerima.

Sedangkan saat berdialog dengan sejumlah pensiunan yang mengantre di BRI, Dadang menerima beberapa keluhan dari pensiunan, diantaranya karena tanggal pengambilan uang pensiun yang digabung antara PNS, Polri, dan TNI, sehingga daftar antrenya menjadi panjang sampai melebihi tengah hari.

Menanggapi hal itu, Dadang mengatakan, jika pensiunan bersedia menerima dana pensiun di tanggal 4 ke atas, bisa dipisah tanggal pengambilannya supaya tidak terjadi antrean panjang.

Mendengar jawaban itu, pensiunan yang mengeluh tadi mengatakan tidak mau karena setiap bulan inginnya menerima dana pensiunan di sekitar tangal 1 atau tanggal 2 per bulan, sehingga biar antrean panjang, namun yang penting bisa sama-sama menerima di tanggal yang sama.

"Dulu sudah diatur agar tidak terjadi antrean panjang, yakni pensiunan Polri di tanggal sekian sampai sekian, pensiunan TNI antara tanggal sekian sampai sekian, kemudian pensiunan PNS tanggal sekian sampai sekian," ujarnya.

Namun seiring perjalanan waktu, lanjut Dadang, mereka mengeluh karena merasa dibedakan, bahkan ada yang merasa diperlakukan tidak adil, makanya kemudian disamakan tanggal pengambilanya.

Setelah dari BRI, Dadang kemudian melakukan pemantauan di Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kaltim. Di bank ini juga sedang berlangsung pembayaran pensiunan ke-13, hanya bedanya di bank ini antrean tidak terlalu banyak seperti di BRI.

Dadang mengaku bukan hanya ia yang memantau pembayaran pensiunan ke-13, masih ada beberapa stafnya yang juga melakukan pemantauan ke bank lain, karena terdapat 11 perbankan dan Kantor Pos yang melakukan kerja sama dengan Taspen dalam penyaluran dana pensiun. (*)

Editor: Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0399 seconds memory usage: 0.37 MB