Sangata  (ANTARA News - Kaltim) - Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur meningkat, yakni berdasarkan indikator naiknya Product Domestic Regional Bruto (PDRB) pada 2010 sebesar Rp32,78 triliun sedangkan tahun sebelumnya Rp27,36 triliun.

"Tinjauan ekonomi Kutai Timur 2010 menggembirakan, jika melihat perkembangan PDRB," Bupati Kabupaten Kutai Timur Kalimantan Timur, Isran Noor di Sangata, Selasa. 

 Kondisi perkembangan perekonomian kabupaten berpenduduk lebih dari 200.0000 jiwa itu disampaikan Bupati Isran Noor dalam nota  penyampaian laporan keterangan pertanggung jawaban (LKPJ) tahun 2010 melalui  Rapat Paripurna DPRD yang berlangsung di Gedung Dewan, Bukit Pelangi, Sangata.   

 PDRB atas dasar harga berlaku tanpa Migas (minyak dan gas alam)  dan batu bara nilainya meningkat dari Rp4,09 triliun pada tahun 2009 menjadi Rp4.78 triliun pada tahu 2010. 
 
Pertumbuhan ekonomi pada tahu 2010 sebesar Rp4,43 persen sedangkan tanpa Migas sebesar 4,54 persen serta tanpa Migas dan batu bara sebesar 5.28 persen. 
 
Sedangkan tahun 2009 pertumbuhan ekonomi sebesar 5.58 persen, sedangkan tanpa Migas sebesar 5.55 persen serta tanpa  Migas dan batubara sebesar 3.97 persen
 
Sidang paripurna dipimpin wakil ketua H.Suardi dan dihadiri 20 anggota Dewan dari 30 anggota DPRD Kutai Timur periode 2009-2014, serat sejumlah pejabat dan Muspida.
 
 Isran mengatakan bahwa per kapita juga meningkat dari Rp133.68 juta pada tahun 2009 menjadi sebesar Rp164,52 juta pada tahu 2010.    
 
Adapun PDRB Per kapita  tanpa Migas dan batu bara juga meningkat dari Rp19.98 juta pada  2009 menjadi Rp22.36 juta pada 2010.
 
Berdasarkan PDRB tanpa Migas dan batu bara, sektor pertanian dan perdagangan merupakan sector yang paling dominan pengaruhnya terhadap PDRB Kutai Timur dengan sumbangan masing-masing sebesar 29,36 persen dan 32,59 persen disusul sector bangunan dengan kontribusi sebesar 15,97 persen.
 
Menurutnya bahwa pertumbuhan ekonomi tanpa Migas dan batu bara lebih tinggi ketimbang tahun sebelumnya dan lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi dengan Migas. 
 
Kondisi ini mengindikasikan bahwa upaya kita untuk mendorong perkembangan ekonomi daerah dengan ketergantungan terhadap smber daya alam yang tidak dapat diperbaharui mulai menampakan hasil.
 
Sedangkan peningkatan angka PDRB pada tahun 2010 menunjukkan bahwa selama tahun 2010 kondisi ekonomi wilayah mengalami kecenderungan lebih baik dari tahun sebelumnya.
 
"Yang perlu dicatat, yakni kontribusi Kutim terhadap provinsi Kalimantan timur merupakan penyumbang terbesar keempat setelah Kukar, Bontang dan Balikpapan. Sedangkan kontribusi PDRB tanpa MIgas merupakan daerah penyumbang terbesar dengan share sekitar 20 persen," papar dia.  

 PDRB Kutai Timur per kapita di atas angka rata-rata provinsi Kalimantan timur sebesar Rp90.39 juta dan khusus tanpa Migas merupakan yang tertinggi di Kaltim meskipun pertumbuhan penduduk sangat tinggi namun PDRB per kapita tetap meningkat.


Tidak Efektif Lagi
 
Beberapa pengamat ekonomi menilai bahwa PRDB yang selama ini menjadi indikator pengukuran pertumbuhan ekonomi makro sudah tidak efektif lagi diterapkan.
 
Pengamat beralasan bahwa PDRB ternyata belum tentu mewakili kondisi sebenarnya dari tingkat pendapatan per kapita rata-rata penduduk Indonesia, termasuk untuk mengacu jumlah/angka kemiskinan dan pengangguran.
 
Beberapa pengamat menilai bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) lebih efesien. Pasalnya, indikator IPM terkait harapan hidup, melek huruf, melek pendidikan, dan pengeluaran riil setiap orang atau per jiwa.  

Editor: Iskandar
COPYRIGHT © 2014

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antarakaltim.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar