Selasa, 22 Agustus 2017

Polisi: Tidak Ada Aksi 212 di Kaltim

id demo, aksi 212, bela islam, polda kaltim, demo kaltim
Polisi: Tidak Ada Aksi 212 di Kaltim
Dokumentasi -- Ribuan orang memadati kawasan Bundaran Air Mancur Bank Indonesia sebelum menuju ke depan Istana Merdeka di Jakarta, Jumat (4/11/2016). (ANTARA/Widodo S Jusuf)
Samaridna (ANTARA Kaltim) - Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Kalimantan Timur Komisaris Besar Polisi Fajar Setiawan menyatakan, hingga Kamis sore, belum ada penyampaian atau laporan terkait adanya rencana aksi damai Bela Islam III di Kaltim, pada Jumat (2/12).

"Saya sudah cek ke Direktorat Intelkam dan sampai sore ini (Kamis), tidak ada laporan terkait adanya rencana aksi damai Bela Islam III yang akan berlangsung di Kaltim besok (Jumat)," kata Fajar Setiawan, dihubungi di Samarinda, Kamis.

Berdasarkan Undang-undang Nomor 9 tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum kata Fajar Setiawan, disebutkan bahwa penyampaian pendapat di muka umum tersebut harus disampaikan kepada pihak kepolisian, paling lambat tiga hari sebelum pelaksanaan.

"Karena sampai hari ini (Kamis) tidak ada pemberitahuan, sehingga kami menilai tidak ada aksi Damai Bela Islam III di Kaltim besok (Jumat). Jadi, kalau ada aksi besok, itu tidak berizin dan bisa dibubarkan, Tetapi, tindakan tersebut tidak sampai kesana sebab kami yakin, aksi yang dilakukan akan berlangsung damai dan lancar," ujar Fajar Setiawan.

Polda Kaltim lanjut Fajar Setiawan, sebelumnya sudah melakukan sosialisasi dan himbauan kepada masyarakat, agar tidak perlu ke Jakarta untuk ikut aksi damai Bela Islam III dan cukup menyampaikan asprasi di daerah masing-masing.

Pada 23 November 2016 tambahnya, Polda Kaltim juga sudah melakukan upaya antisipasi terkait kemungkinan adanya aksi damai Bela Islam III di daerah itu dengan menggelar Apel Siaga yang melibatkan 5.000 personel yang dihadiri langsung Kapolda Kaltim Inspektur Jenderal PolisiSafaruddin serta Pangdam VI Mulawarman Mayor Jenderal TNI Johny L Tobing.

"Sosialisasi dan himbauan yang telah kami lakukan cukup berhasil dan sebelumnya kami juga telah melakukan antispasi jika ada masyarakat yang akan menyampaikan aspirasi pada 2 Desember 2016 melalui Apel Siaga," tuturnya.

"Jadi, kami mengapresiasi masyarakat di Kaltim yang sudah berdemokrasi dengan baik. Kami juga mengimbau masyarakat agar tetap menjaga kondisifitas dan tetap mengukuhkan toleransi," ucap Fajar Setiawan. (*)       

Editor: Didik Kusbiantoro

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Baca Juga

Generated in 0.0164 seconds memory usage: 0.35 MB