"Pembangunan dua jembatan ini sudah kami sepakati akan dilakukan pada Oktober 2012," kata Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rita Widyasari saat pembukaan Festival Adat Erau Pelas Benua Etam, di Tenggarong, Kukar, Kaltim, Minggu.
Menurut dia, Pemkab Kukar dan warganya tidak boleh terus larut dalam kesedihan mengenang runtuhnya jembatan kebanggaan itu, pasalnya pembangunan harus terus dilanjutkan agar upaya meningkatkan ekonomi dan menjadikan Kukar sebagai daerah tujuan wisata dapat terwujud.
Dua jembatan itu, katanya, satu akan dibangun di Tenggarong hingga Tenggarong Seberang yang akan dihubungkan melalui objek wisata Pulau Kumala yang terletak di tengah Sungai Mahakam.
Di antara tujuan pembangunan jembatan melalui Pulau Kumala adalah agar semakin banyak wisatawan lokal dan mancanegara yang mengunjungi Pulau Kumala.
Objek wisata di Kumala dinilai sangat menarik, karena merupakan perpaduan antara wisata alamiah dan wisata modern, yakni di dalamnya antara lain terdapat penginapan bergaya pedesaan, taman bermain, dan kereta gantung.
Sedangkan satu jembatan lagi akan dibangun di Loa Kulu, atau terletak sekitar 10 kilometer sebelah hilir dari jembatan yang telah runtuh. Jembatan di Loa Kulu anggarannya sebesar Rp100 miliar dari APBD Kukar 2012 dibantu APBD Kaltim Rp100 miliar.
Sebenarnya, pembangunan jembatan di Loa Kulu sudah direncanakan sejak lama, jauh sebelum Jembatan Kutai Kartanegara runtuh, yakni sejak 2009 melalui APBD Provinsi Kaltim, namun karena dananya tidak juga turun, maka baru 2012 dapat dikerjakan.
Untuk jembatan yang dibangun di Pulau Kumala, dimaksudkan sebagai alternatif bagi warga agar tidak terkonsentrasi menyeberang di kawasan Loa Kulu, sehingga hal ini juga dapat memecah arus lalu lintas.
"Kami berharap agar pembangunan dua jembatan ini mampu menjadikan Kukar sebagai daerah tujuan wisata, di samping juga untuk memperlancar arus transportasi orang, barang, dan jasa demi meningkatnya ekonomi masyarakat," kata Bupati Rita Widyasari.
Pewarta: M. GhofarEditor : Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.