"Pelatihan yang kami gelar selama satu minggu ini, diharapkan para penyuluh setelah kembali ke kabupaten dan kota masing-masing dapat menularkan keterampilannya kepada masyarakat di daerahnya," ujar Kepala Dinas Perkebunan Kaltim Hj Etnawati di Samarinda, Rabu.
Menurut dia, pelatihan ini atas kerja sama Unit Pelaksana Teknis Badan (UPTB) Balai Pelatihan Teknis Pertanian (Bapeltan) Kaltim dan Dinas Perkebunan (Disbun) Kaltim, yakni melalui Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Teknologi Terapan Perkebunan (T2P).
Kelapa dalam, kata Etnawati, merupakan salah satu komoditi unggulan perkebunan yang memiliki nilai ekonomi tinggi jika dikelola dengan baik, bahkan jenis kelapa ini mampu menghasilkan berbagai produk rumahan untuk usaha tambahan keluarga.
Selama ini masyarakat masih memanfaatkan kelapa dalam hanya untuk kebutuhan rumah tangga sebagai pelepas dahaga pribadi dan pemanfaatan rumah tangga lain, meski sudah juga dimanfaatkan untuk keperluan usaha warung dan dijual per buah.
Padahal kelapa dalam juga mampu menghasilkan berbagai produk industri yang memiliki nilai jual lebih tinggi, yakni ketika mendapat penanganan serius dari tangan terampil dengan dipadukan teknologi yang telah tersedia.
Terkait dengan itu, maka para penyuluh pertanian yang merupakan ujung tombak dari keberhasilan petani itu, mendapat pelatihan dari Pemprov Kaltim untuk mengolah produk hulu hingga produk hilir, sehingga pendapatan petani juga bertambah.
Berbagai keterampilan yang diberikan kepada penyuluh itu adalah teknik membuat nata de coco, membuat sirup coco pandan, selai, minyak goreng, sabun, virgin coconut oil dan biodiesel.
Pelatihan ini sebagai upaya memberikan tambahan pengetahuan dan keterampilan bagi tenaga bantu penyuluh pertanian, sekaligus untuk menjadikan keahliannya dalam meningkatkan pendapatan bagi keluarga maupun masyarakat.
Menurut dia, sebagian besar peserta yang mengikuti pelatihan adalah para penyuluh pertanian yang bertugas di pedesaan, khsusunya di kawasan yang banyak tanaman kelapa dalamnya, sehingga setelah kembali dari pelatihan ini, para penyuluh langsung mempraktekkan di rumah dan menularkan ilmunya kepada warga desa. (*)
Pewarta: M Ghofar: Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2026