Tenggarong, Kaltim (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur berkomitmen mendongkrak produksi padi baik melalui intensifikasi maupun ekstensifikasi lahan pertanian, sebagai upaya mewujudkan lumbung pangan agar ke depan tidak perlu lagi mendatangkan beras dari luar daerah.

Langkah ini dilakukan dengan menggandeng berbagai pihak seperti Kementerian Pertanian yang menyalurkan alat dan mesin modern, TNI dan Polri melalui intensifikasi, ekstensifikasi, pembangunan infrastruktur pertanian, hingga pengamanan bantuan bibit maupun pupuk subsidi.

"Pemda juga intensif menggandeng Kelompok Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Kukar, termasuk kerja sama dengan pemerintah desa terkait pemanfaatan 20 persen Dana Desa untuk Program Ketahanan Pangan Nasional," ujar Bupati Kukar Aulia Rahman Basri di Tenggarong, Sabtu.

Ia pun bersyukur karena saat ini desa-desa di Kukar sudah merealisasikan hal tersebut, salah satunya Desa Mulawarman di Kecamatan Tenggarong Seberang. Bahkan saat panen padi pada Rabu, pekan ini, ia turut panen bersama dengan petani dan berbagai pihak terkait.

Panen ini merupakan bagian dari hasil penggunaan 20 persen Dana Desa. Dalam hal ini Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mulya Bersama Mulawarman bekerja sama dengan enam Kelompok Tani (Poktan), yakni Poktan Wana Agro Lestari, Jadi Makmur, Sido Bangun, Sari Bunga, Mulawarman Jaya, dan Poktan Mitra Karya.

Baca juga: Penajam optimistis jaga ketahanan dan kebutuhan pangan

Total enam kelompok tani tersebut beranggotakan sebanyak 350 orang dengan luas lahan 350 hektare. Dari luas ini, lahan yang sudah digarap seluas 40 hektare melalui bimbingan KTNA setempat, penyuluh lapangan, dan bantuan perusahaan dalam peningkatan jalan usaha tani.

"Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya untuk Ketua KTNA Kukar Edi Damansyah bersama jajaran, kades, pengurus BUMDes, poktan, perusahaan, penyuluh, dan seluruh pihak yang telah berkolaborasi untuk Program Ketahanan Pangan Nasional," ujarnya.

Program ini sejalan dengan arah kebijakan Pemerintah Kabupaten Kukar, khususnya dalam komitmen transformasi ekonomi dari sektor industri ekstraktif seperti tambang batu bara serta migas, menjadi pembangunan ekonomi berkelanjutan melalui pariwisata, ekonomi kreatif, dan pertanian dalam arti luas.

Kukar, katanya, memiliki komitmen tinggi sebagai lumbung padi di Kaltim. Ini bukan hanya wacana, namun telah dituangkan dalam rancangan pembangunan jangka menengah yang realitas pembangunannya terus berjalan.

Bahkan hasilnya sudah terbukti, yakni luas panen padi Kukar pada 2025 terluas di Kaltim. Dari total luas panen padi Kaltim 66.518 hektare, Kabupaten Kukar menyumbang terbanyak yang mencapai 26.287 hektare. Posisi kedua Kabupaten Paser seluas 14.599 hektare, dan ketiga Penajam Paser Utara (PPU) seluas 13.570 hektare.

Baca juga: Bulog Kaltim-Kaltara salurkan bantuan ke 323.824 keluarga

Begitu pun dengan tingkat produksi, dari total 270,87 ton gabah kering giling (GKG) Kaltim pada 2025, jumlah terbanyak berasal dari Kukar yang mencapai 110,87 ton GKG, kedua dari Paser sebanyak 67,65 ton GKG, dan dari Kabupaten PPU 47,58 ton GKG, sedangkan sisanya dari kabupaten/kota lain.

"Keberhasilan ini tentu hasil kerja keras bersama, terutama para petani yang secara langsung menggarap lahan. Pertanian padi Kukar terus berproses untuk terus berkembang. Saat ini, dari total lahan padi produktif yang seluas 26.287 hektare, seluas 13.000 diantaranya merupakan lahan sawah, selebihnya adalah padi ladang," katanya.



Pewarta: M.Ghofar
Editor : Imam Santoso

COPYRIGHT © ANTARA 2026