Tanjung Redeb  (ANTARA News Kaltim) - Warga melalui Forum Rukun Tetangga (RT) Kabupaten Berau meminta Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Segah meninjau ulang tarif PDAM yang telah dinaikkan sekitar 300 persen sejak 1 Januari 2012.

Wakil Ketua II DPRD Berau H Muharram S Pd MM, di Tanjung Redeb, Berau, Kalimantan Timur, Rabu mengatakan bahwa dalam rapat dengar pendapat DPRD Berau dengan Forum RT dengan PDAM, Forum RT meminta peninjauan ulang tarif air PDAM yang dirasakan cukup tinggi.

"Untuk meninjau tarif, tentu perlu melihat 'cash flow' keuangan PDAM, selama tarif sudah dinaikkan dan kita mendapatkan gambaran selama beberapa bulan," kata Muharram.

DPRD Berau mendapatkan gambaran bahwa selama beberapa bulan terakhir pendapatan retribusi air minum PDAM Tirta Segah rata rata sekitar 2,5 miliar per bulan, sementara prediksi biaya per bulan rata rata 1,7 miliar.

"Ini prediksi 2010 sehingga kesimpulan rapat, kita tunggu perkembangan tarif baru selama satu tahun ke depan dan kepada PDAM Tirta Segah menyusun rencana anggaran perusahaan secara riil pada 2012 sebagai evaluasi ke depan," ungkap politikus dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.

Dalam dengar pendapat itu Forum RT dengan PDAM Tirta segah, hadir direktur utama PDAM Drs Bahriansyah serta Ketua Forum RT Kelurahan Bugis H Basrie beserta anggotanya.

Seperti yang pernah terjadi di masyarakat Kabupaten Berau, penyesuaian tarif PDAM itu cukup mengagetkan masyarakat.

Biasanya masyarakata yang membayar tiap bulan sekitar Rp40 ribu, maka naik menjadi Rp250 ribu hingga Rp300 ribu, yang biasanya membayar Rp300 ribu maka naik menjadi Rp600 ribu hingga Rp700 ribu.

Karena itu, kata Muharram, masyarakat meminta agar tarif PDAM dapat diturunkan, karena begitu mahalnya biaya hidup di Kabupaten Berau, di samping keadaan Bahan Bakar Minyak yang sulit didapatkan, ditambah dengan beban air bersih yang begitu tinggi.  (*)



Pewarta: Helda Mildiana
Editor : Arief Mujayatno

COPYRIGHT © ANTARA 2026