Kepala Kesbang Linmas Kota Samarinda, Darjat, kepada wartawan Senin mengatakan, layanan SMS "broadcast" itu untuk memberi kesempatan kepada masyarakat yang takut melapor secara langsung jika terjadi gangguan kamtibmas.
"Masih banyak warga yang segan ataupun takut melapor secara langsung ke polisi jika terjadi gangguan kamtibmas sehingga dengan adanya layanan SMS 'broadcast' ini kami berharap partisipasi masyarakat terkait terjadinya gangguan kamtibmas akan meningkat," ungkap Darjat.
Layanan pengaduan gangguan kamtibmas yang diresmikan di Gedung Yong Jing Samarinda pada Senin itu, kata dia, merupakan kerja sama pihak Kesbang Linmas dan Polresta Samarinda.
"Peresmian layanan `broadcast` SMS kamtibmas dan pengaduan ini dilaksanakan hari ini (Senin). Untuk SMS kamtibmas ini kami sudah mengaktifkannya di nomor HP 0818233000 yang dapat dihubungi selama 24 jam. Jadi masyarakat dapat menghubungi nomor ini jika melihat atau mengalami kejadian kejahatan di kota Samarinda," kata Darjat.
Polresta Samarinda bertindak sebagai operator layanan itu, katanya.
"Tahap selanjutnya, kami akan segera melakukan sosialisasi penggunaan SMS `broadcast` ke suluruh Lurah dan RT se-Kota Samarinda di setiap kecamatan dengan target 20 kali pertemuan," ungkap Darjat.
Sementara, Asisten I Bidang Pemerintahan Sekretaria Kota Samarinda, Diwansyah, mengatakan, keberadaan SMS `broadcast` itu sebagai layanan yang akan memudahkan masyarakat untuk mendapatkan informasi terkait gangguan keamanan, bencana dan kondisi lalu lintas yang dikirim pemerintah melalui sms ke setiap Ketua RT.
"Kami berharap, SMS pengaduan dapat menjadi pusat informasi dari masyarakat berupa kritik dan saran yang langsung dan akan ditinjaklanjuti sesuai dengan aturan yang berlaku," kata Diwansyah.
Program itu, kata Diwansyah, juga diharapkan dapat berjalan dengan baik sehingga memudahkan informasi antarmasyarakat dan Polresta dalam proses tukar menukar informasi.
"Karena bertujuan memelihara ketentraman dan ketertiban masyarakat serta mengantisipasi gangguan keamanan yang terjadi di masyarakat sehingga diperlukan peran aktif masyarakat untuk lebih siap dan sigap dalam menyikapi kondisi di lingkungannya masing-masing," kata Diwansyah. (*)
Pewarta: Amirullah: Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.