Samarinda (ANTARA News Kaltim) - Realisasi peralatan latihan dan tanding atlet Kaltim pada PON 2012 masih terkendala dana karena adanya pembengkakan nominal dari rasionalisasi Rp8,5 miliar menjadi Rp33 miliar seperti yang menjadi usulan 39 cabang olahraga.

Komandan Puslatda PON Kaltim Zuhdi Yahya di Samarinda, Selasa (1/5) mengatakan pihaknya mengupayakan kekurangan dana senilai Rp24,5 miliar untuk mewujudkan alat latihan dan tanding tersebut kepada "bapak angkat" yakni perusahaan dan pengusaha yang ditunjuk oleh Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak untuk membantu kelancaran persiapan atlet Kaltim pada PON 2012.

"Saat ini kami hanya mengharapkan peran bapak angkat, untuk membantu pembiayaan diluar dari kesanggupan dana yang kami miliki," kata Zuhdi Yahya.

Zuhdi menjelaskan awalnya kebutuhan dana untuk peralatan dan tanding PON 2012 dirasionaliasi senilai Rp8,5Miliar dan yang telah memasuki tahap tender di tim pengadaan.

Namun setelah panitia Puslatda merekap kembali usulan 39 cabang olahraga sesuai dengan perkembangan terbaru jumlah atlet Kaltim yang lolos pada PON 2012 ternyata kebutuhan alat tanding dan latihan tersebut membengkak menjadi Rp33 miliar.

"Yang menjadi persoalan pendanaan kami sudah tidak mencukupi lagi untuk menambah pos anggaran untuk peralatan, makanya kami mendesak pihak ketiga dalam hal ini bapak angkat untuk terlibat dalam pemecahan solusi," kata Zuhdi.

Sejauh ini dengan pendanaan yang ada, pihaknya hanya bisa melakukan verifikasi ulang terkait kebutuhan alat tanding dan latih, dengan skala prioritas.

"Kami akan memprioritaskan kebutuhan alat yang paling penting dan diperlukan segera oleh cabor, dan menunda dulu kebutuhan alat yang bisa untuk ditunda," ujar Zuhdi.

Disinggung dengan pemanfaatan peralatan eks PON 2008, dikatakan Zuhdi ada sebagian cabang olahraga yang masih memanfaatkan peralatan tersebut, dan sebagian tidak dipakai lagi karena kondisinya sudah tidak layak.

"Kami belum punya data riel berapa persen alat bekas PON 2008 yang bisa dipakai lagi, tapi yang pasti beberapa cabang masih menggunakan peralatan itu meski sifatnya hanya sementara," kata Zuhdi.



Pewarta: Arumanto
: Amirullah

COPYRIGHT © ANTARA 2026