Kembang Janggut (ANTARA News Kaltim) - Dinas Komunikasi dan Informatika Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, mengusulkan pengadaan mobil "base transceiver station" untuk mendukung operasional enam Mobil Pusat Layanan Internet Kecamatan (MPLIK).

Kepala Seksi Telekomonikasi Diskominfo Kukar Teguh Prihartono di Kecamatan Kembang Janggut, Kabupaten Kutai Kartanegara, Senin, mengatakan mobil BTS itu berupa kendaraan roda empat yang fasilitasnya jauh lebih lengkap ketimbang MPLIK.

Pada Mobil BTS, selain terdapat perangkat transmitter mini, juga dipasang antena VSAT atau perangkat penerima sinyal dari satelit. BTS mini bersistem hidrolik, sedangkan VSAT auto ponting dapat mencari sinyal satelit secara otomatis.

BTS mini akan menangkap sinyal dari menara BTS yang berada di setiap kecamatan atau langsung ke menara BTS utama di Tenggarong, Kutai Kartanegara.

Perangkat VSAT digunakan di daerah yang benar-benar terpencil yang tidak bisa menangkap sinyal dari menara BTS. Tetapi cara kerjanya hanya meminjam jalur dari provider.

"Semua akses internetnya menggunakan bandwidth dari Diskominfo. Kami punya bandwidth 50 megabit, sedangkan yang terpakai baru separonya. Jadi masih banyak sisa," kata Teguh.

Bukan itu saja, Mobil BTS juga dilengkapi dengan perangkat Network Operation Center (NOC) yang berguna sebagai administrator yang mengawasi, memantau dan mengamankan jaringan komunikasi di lapangan.

Bedanya dengan MPLIK, Mobile BTS tidak ada perangkat komputer klien yang bisa dipakai secara langsung untuk mengakses internet.

Akses internet dipancarkan secara langsung melalui perangkat wireless fidelity (wifi) dengan jangkauan pancar relatif jauh. Pihaknya akan mengalokasikan bandwidth sebesar 2 megabit.

Namun, pengadaan perangkat Mobil BTS itu baru percobaan, sehingga untuk sementara satu unit dulu. Jika operasionalnya sukses, maka akan ditambah lagi.

Mobil BTS akan direalisasikan pada 2013 dengan dana yang disiapkan sebesar Rp900 juta.

Tentang MPLIK, Teguh menyatakan dalam beberapa hari ini pihaknya bersama teknisi PT Wira Eka Bhakti mengintensifkan pelatihan ulang di lokasi. Tujuannya adalah agar seluruh MPLIK bisa benar-benar beroperasi.

Dari enam unit MPLIK, katanya, sudah ada lima unit yang online. Sedangkan sisanya akan sesegera mungkin dioperasikan.

MPLIK yang sudah bisa dimanfaatkan masyarakat untuk mengakses internet secara murah itu adalah, MPLIK yang berada di Kecamatan Loa Janan, Kota Bangun, Marangkayu dan Kembang Janggut.  (*)



Pewarta: Hadi Purnomo
Editor : Arief Mujayatno

COPYRIGHT © ANTARA 2026