Samarinda (ANTARA News Kaltim) - Polresta Samarinda Kalimantan Timur masih melakukan pengamanan di sejumlah objek vital di kota itu.

Kepala Sub Bagian Humas Polresta Samarinda Ajun Komsaris Andi Razak, Selasa menyatakan, pengamanan objek vital itu terkait kemungkinan masih adanya unjuk rasa menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

"Walaupun eskalasi unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM sudah menurun, namun kami masih terus melakukan peningkatan pengamanan terhadap sejumlah objek vital," ungkap Andi Razak.

Namun, lanjut Andi Razak, pengamanan tersebut tidak lagi melibatkan personil secara terbuka tetapi dilakukan tertutup.

"Pengamanan tidak dilakukan dengan penempatan personel berseragam tetapi secara tertutup yakni dengan melibatkan personil Satuan Intel. Namun, dibeberapa tempat seperti Depo Pertamina dan sejumlah SPBU masih dilakukan pengamanan secara terbuka," kata Andi Razak.

Pekan lalu, gelombang unjuk rasa yang dilakukan berbagai elemen mahasiswa menolak rencana pemerintah menaikkan harga BBM berlangsung hingga Sabtu (31/3).

Aksi unjuk rasa yang dilakukan di beberapa titik diantaranya, Kantor Gubernur Kaltim, Simpang Empat Mal Lembuswana, Depo Pertamina dan depan SPBU Jalan Kusuma Bangsa tersebut sempat diwarnai aksi anarkhis para pengunjuk rasa.

Aksi anarki itu berlangsung pada Jumat (30/3) setelah mahasiswa merusak pembatas Jaln M Yamin dan membakar pos polisi lalu lintas di Simpang Empat Mal Lembuswana.

"Dibanding daerah lainnya di Indonensia, unjuk rasa yang berlangsung di Samarinda masih relatif bisa dikendalikan. Walaupun sempat diwarnai tindakan anarkhis namun sejauh ini tidak ada yang terluka baik dari pengunjuk rasa maupun polisi," katanya.

"Pengamanan unjuk rasa tetap dilakukan secara proporsional dan kami tetap mengedepankan upaya persuasif walaupun mahasiswa sempat menyerang polisi," ungkap Andi Razak.

Polresta Samarinda lanjut Andi Razak masih tetap melibatkan personil TNI pada pengamanan objek vital.

"Pelibatan personil TNI masih tetap dibutuhkan untuk membantu polisi melakukan pengamanan berbagai objek vital di Samarinda," kata Andi Razak. (*)



Pewarta: Amirullah
: Arief Mujayatno

COPYRIGHT © ANTARA 2026