Semarang (ANTARA News Kaltim) - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional ( BKKBN) Dr Sugiri Syarief mengapresiasi peran media dan humas yang dinilai sangat membantu dalam rangka menyebarluaskan informasi mengenai program-program Keluarga Berencana (KB).

"Perlu daya sinergi antara pemerintah, BKKBN dan media untuk menyukseskan program KB," katanya pada saat membuka kegiatan Pemantapan Kehumasan dan Pengembangan Jejaring Media di Hotel Santika Premier, Senin malam (14/11).

Menurut dia, berdasarkan perhitungan yang dilakukan PBB, penduduk dunia sudah mencapai 7 miliar pada akhir Oktober 2011. Dari jumlah tersebut indonesia merupakan penyumbang terbanyak di urutan ke-4, setelah China, India, dan Amerika Serikat.

Dijelaskannya bahwa jumlah penduduk yang tidak terkendali dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang rendah tentunya berdampak pada masalah pembangunan, sosial, pendidikan dan kesehatan.

Tingginya pertumbuhan penduduk di Indonesia, katanya, disebabkan oleh lemahnya pelaksanaan program KB di lapangan, karena masih kurangnya jumlah Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) di sejumlah daerah.

Ia menambahkan, jumlah ideal PLKB adalah satu orang untuk melayani satu sampai dua desa, namun hal itu suit untuk dicapai.

Oleh karana itulah, Sugiri Syarief berharap adanya sinergi semua pihak, tenaga dokter, bidan, tokoh agama, tokoh masyarakat, TNI, media dan masyarakat.

Sugiri mengungkapkan tingginya angka kelahiran yaitu sekitar 10.000 kelahiran per hari, namun hal itu tidak membuat kaget masyarakat dan pemerintah, padahal itu sesuatu yang dahsat.

Diakuinya memang hasil dari program KB tidak bisa dilihat dalam waktu singkat, tetapi membutuhkan waktu yang lama yaitu sepuluh hingga dua puluh tahun mendatang.

"Hasil Program KB  waktunya cukup  panjang sehingga tidak menarik dan tidak dijadikan program prioritas dalam program pembangunan," katanya.

Namun berdasarkan Undang-undang No.52 tahun 2009 tentang perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga, maka BKKBN yang ada diprovinsi terus melakukan advokasi kepada Bupati dan Walikota agar melaksanakan kewajiannya.

"Saya mengajak semua pihak untuk kembali mensukseskan program keluarga berencana di Indonesia," ujarnya.

Sementara itu pada acara pemantapan kehumasan dan pengembangan jejaring media dilakukan penandatanganan MoU antara Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Tengah, Dra Sri Murtiningsih dengan pimpinan TVRI, RRI, Radio Sindo dan Wawasan, serta disaksikan Kepala BKKBN Sugiri Syarief. (*)



Pewarta: Rahmad
Editor : Arief Mujayatno

COPYRIGHT © ANTARA 2026