"Sudah sejak lama Kaltim menjalin kerja sama pendidikan dengan berbagai lembaga maupun perguruan tinggi di beberapa negara untuk peningkatan kualitas pendidikan, dan kali ini kita akan dijalin dengan KIS," ucap Wakil Gubernur Kaltim Farid Wadjdy di Samarinda, Selasa.
Kerja sama dengan Australia yang sudah dilakukan sebelumnya antara lain dengan Adelaide University untuk meningkatkan kompetensi SDM di bidang kesehatan dan pendidikan serta pendampingan dari Austraining Australia untuk pembinaan sekolah berstatus rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI) di Kaltim.
Selain itu, telah dilakukan kerja sama dengan negara bagian Northern Teritory untuk bidang peternakan dan teknologi pertanian. Ada pula kerja sama dengan Turki, yakni Yayasan Pasiad (Pacific Countries Social and economic Solidarity Association) untuk pengembangan pendidikan anak jenjang SMA.
Sedangkan dengan KIS, akan merupakan salah satu lembaga pendidikan yang menyalurkan siswa lulusan SMA di Kaltim untuk belajar di perguruan tinggi ternama di Australia.
Rencana kerja sama tersebut untuk memacu percepatan pencapaian pembangunan dan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) Kaltim, sehingga ke depan memiliki daya saing tinggi dengan daerah lain bahkan di dunia internasional.
Menurut dia, pendidikan tidak dapat dilihat hasilnya dalam waktu dekat, tapi merupakan investasi jangka panjang, dimana hasilnya berupa peningkatan SDM, kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Kaltim baru akan terlihat dalam beberpa tahun ke depan.
Sementara itu, General Manager International Programme The Kilmore International School, Wendy Khoo mengatakan bahwa pihaknya telah banyak menjalin kerja sama dengan negara-negara lain, bahkan di Indonesia telah dilakukan kerja sama yang serupa dengan beberapa daerah.
Wendy mengaku optimistis KIS akan dapat menjalin kerja sama dengan Pemprov Kaltim, pasalnya komitmen daerah ini sangat tinggi untuk pengembangan SDM yang berkualitas.
Selain itu, melalui kerja sama ini tentunya akan membuka peluang bagi siswa dan mahasiswa Kaltim untuk menikmati pendidikan yang lebih luas di negara-negara maju lainnya.(*)
Pewarta: M Ghofar: Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.