Kepala Kantor Pemberdayaan Masyarakat, Sudirman, di Bontang, Sabtu menyatakan bahwa penyaluran Raskin untuk yang sudah terdata BPS, yakni 7.325 RTM dengan dukungan alokasi dana pusat (APBN) sudah tersalurkan.
Pihaknya juga telah menyalurkan Rasda kepada 744 RTM di Kota Bontang, yakni mereka yang tidak terdata oleh BPS sehingga bantuan beras miskin melalui alokasi daerah (APBD).
"Pembagian memang ditargetkan agar sebelum cuti bersama, yakni sejak 22-26 Agustus 2011 tepat minggu terakhir hari kerja. Harapannya agar RTM bisa memanfaatkan Raskin untuk Lebaran 2011," kata Sudirman.
Di lapangan, ditemukan bawa distribusi beras miskin daerah (dialokasikan melalui dukungan dana APBD) sempat terkendala karena droping beras berlangsung malam hari, dan pada alokasi wilayah yang tidak sesuai dengan RTM penerima.
Misalnya, beras miskin untuk RTM Loktuan ternyata diturunkan di Api-Api, dan jatah kelurahan Bontang Baru diturunkan di Bontang Kuala seingga petugas terpaksa mengangkut dan mendistributikan sesuai wilayah penerima.
Meskipun ada sedikit kendala, ujar dia namun penyalurannya sesuai jadwal dan menghindari temuan BPK, KPM Bontang menyalurkan raskin terlebih dulu bagi 7.325 RTM dan jeda dua hari menyusul Raskin Daerah bagi 744 RTM mengcover RTM yang tidak masuk data BPS.
Ia menjelaskan bawa baik jumlah maupun pola penyaluran sama antara Raskin dan Rasda, yakni dengan pengadaan langsung bermitra dengan Bulog Kaltim di Samarinda.
Selain itu, pihaknya dalam upaya memperlancar distribusi beras miskin agar sesuai jawdal maka mengerahkan seluruh staf pegawai serta melibatkan petugas Babinsa.
"Kami mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan semua pihak sehingga distribusi beras bagi keluarga miskin di Bontang lancar dan sesuai jadwal, termasuk bagi petugas TNI (Babinsa)," ujar dia.
Kualitas Baik
Dilaporkan bahwa penyaluran Raskin di beberapa lokasi berjalan lancar serta kualitas beras cukup baik. Hal itu diakui salah satu RTM penerima beras miskin, Rusdi, warga RT 13 Kelurahan Api-Api.
"Jika dulu kami harus mencampur dengan beras kualitas yang lebih bagus seperti tawon, sekarang tidak lagi," ucap Rusdi yang mengaku sangat terbantu dengan adanya Raskin.
Ia mengaku bahwa dalam distribusi terakhir kualitas beras cukup baik sehingga pihaknya mengharapkan agar pemerintah bisa terus meningkatkan kualitas beras yang dibagikan kepada keluarga kurang beruntung itu.
Penyaluran Raskin dan Rasda selama ini dengan sistem triwulan. Artinya, jatah Raskin atau Rasda untuk tiga bulan didistribusikan sekali pada bulan kedua tiap tri wulannya.
Alokasi raskin/rasda tiap RTM sebanyak 15 kg per bulan dengan harga per kilogram Rp1.600. Total alokasi Raskin tiap tri wulan mencapai 33.480 kg, Rasda mencapai 1.023 kg.
Editor : Iskandar Zulkarnaen
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.