Menurut informasi, kebakaran terjadi di kawasan permukiman padat penduduk yang tidak jauh dari pasar lama Kecamatan Palaran. Kejadian itu dilaporkan menyebabkan sejumlah warga dan relawan mengalami luka ringan.
"Kami telah membawa korban luka ke RS terdekat, dan semuanya sudah ditangani oleh pihak medis," kata Kepala BPBD Kota Samarinda, Nanang Arifin.
Disebutkan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun sedikitnya 23 KK yang terdiri 63 jiwa kehilangan rumah tinggal.
Ia mengatakan luas wilayah kebakaran tersebut sekitar 50 meter x 40 meter dan kurang lebih kerugian ysng ditimbulkan mencapai Rp800 juta.
"Api begitu cepat membakar rumah warga, karena sebagain besar merupakan rumah kayu dengan jarak yang saling berdekatan," katanya.
Untungnya, lanjut Nanang lokasi kebakaran juga mudah dijangkau oleh mobil PMK sehinga para petugas dan dibantu dengan warga sekitar bergerak cepat. Api bisa segera dipadamkan satu jam kemudian.
"Sekitar pukul 11.00 Wita api sudah bisa dipadamkan," ucapnya menjelaskan.
Berdasarkan laporan sejumlah warga menyatakan bahwa api diduga berasal dari korsleting listrik di rumah salah seorang warga bernama Hanifah.
"Untuk proses penyidikan bukan wilayah kami, kita serahkan kepada pihak yang berwenang untuk menanganinya," tegasnya.(*)
Pewarta: ArumantoEditor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.