Balikpapan (ANTARA) - Dewan Pengurus Daerah (DPD) Pemuda Peduli Lingkungan Asri dan Bersih (Pepelingasih) Kalimantan Timur memperluas jangkauan program edukasi pelestarian lingkungan dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berbasis aksi lapangan bagi generasi muda di Kota Balikpapan.
"Kegiatan berbasis pengalaman dirancang agar pemuda tidak hanya menjadi penikmat alam, tetapi melihat langsung pentingnya menjaga ekosistem kawasan hijau dari ancaman karhutla dan kerusakan lingkungan," kata Ketua DPD Pepelingasih Kaltim Rifki Ade Putra di Balikpapan, Selasa.
Rifki menegaskan bahwa penyampaian materi ekologi secara langsung di alam terbuka jauh lebih efektif dalam membangun kesadaran ketimbang sebatas teori di ruang diskusi formal.
Sebagai wujud nyata komitmen tersebut, Pepelingasih Kaltim konsisten memboyong generasi muda menyusuri berbagai kawasan hijau strategis, mulai dari ekosistem perkotaan di Hutan Kota Telagasari hingga kawasan konservasi Hutan Lindung Sungai Wain (HLSW).
Terbaru, sebanyak 120 pemuda Kota Balikpapan mengarungi rute sepanjang 4 kilometer di HLSW pada Minggu (27/9) lalu.
Edukasi lapangan tersebut turut mengingatkan pentingnya rekam jejak historis HLSW yang pernah mengalami kebakaran hebat pada masa lalu, sehingga pemulihan vegetasi dan ekosistemnya membutuhkan waktu puluhan tahun.
Pesan pencegahan karhutla menjadi prioritas utama mengingat kawasan hutan konservasi, hutan kota, serta RTH di Kaltim sangat rentan terhadap munculnya titik panas (hotspot) saat musim kemarau.
Melalui edukasi tersebut, para peserta ditekankan untuk menerapkan langkah konkret mulai dari disiplin menjaga kebersihan kawasan, mematuhi regulasi di dalam hutan, hingga menghindari aktivitas sekecil apa pun yang berpotensi memicu api.
Selain ancaman karhutla, pemuda juga diberikan pemahaman mengenai keterkaitan langsung antara kerapatan vegetasi pohon di Telagasari maupun HLSW dengan penyediaan paru-paru kota serta ketersediaan cadangan air bersih bagi warga Balikpapan.
Pepelingasih Kaltim berharap para peserta yang terlibat dapat menjadi agen perubahan (agent of change) di komunitas masing-masing untuk menyebarkan pesan pelestarian hutan secara meluas.
Organisasi kepemudaan lingkungan ini memastikan aksi edukasi ekologi berbasis penjelajahan alam akan terus digelar secara berkala di berbagai titik kawasan konservasi daerah.
Inisiatif berkelanjutan ini diharapkan mampu mencetak generasi muda yang aktif mengambil peran dalam menjaga benteng hijau Kota Balikpapan dari ancaman bencana ekologis. ***
Pewarta: Novi AbdiEditor : Helti Marini S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.