Sangata  (ANTARA News - Kaltim) - Selama dua hari, sedikitnya 160 pelajar tingkat atas se-Kabupaten Kutai TImur  (Kaltim)  mengikuti Debat Bahasa Inggris (Debate English) yang digagas Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kutai Timur.
     
Dilaporkan di Sangata, Jumat bahwa  kegiatan yang melibatkan 160 siswa itu berasal dari utusan 16 dari 32 SMA/MA dan SMK. Satu sekolah mengirim satu tim yang terdiri dari tiga pelajar.
     
Informasinya bahwa banyak sekolah tidak mengirimkan utusan karena berbagai hal. Ada yang belum siap, tetapi banyak siap namun terkendala cuaca dan jarak tempuh. Terutama dari pedalaman dan pesisir bisa dimaklumi.
    
Menurut Ketua Umum Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kutai Timur Idham Cholid, M.Pd. kegiatan debat Bahasa Inggris dilaksanakan atas kerjasama MKKS dengan Dinas Pendidikan Kutai Timur, bertujuan untuk mencari bakat-bakat siswa yang memiliki kemampuan berbahasa inggris
  
"Bagi yang berprestasi dalam bidang bahasa inggris nantinya kita akan identifikasi sehingga ketika ada lomba-lomba ditingkat provinsi bisa dikirim mewakili Kutai Timur," katanya.
     
Bahasa Inggris itu, imbuh Idham Cholid,  merupakan satu kebutuhan anak-anak sekolah mulai tingkat Sekolah dasar, SLTP dan SMU/MA/SMK. Dan hampir semua sekolah di Kutai Timur siswa-siswi bisa berbahasa inggris.
    
"Kemudian manfaat lain dengan debat ini adalah melatih mental bagi mereka menggunakan bahas inggris didepan publik. Selain melatih mental juga bisa menambah wawasan," ujar dia.
    
Melalui acara debat yang baru pertama kali digelar di Kutai Timur, diharapkan mereka lebih termotivasi untuk belajar bahwa ternyata bahasa inggris itu banyak gunanya.
    
Panitia pelaksana dalam debat itu menyiapkan 10 materi dan ditopik yang dipilih secara acak masing-masing peserta. Jadi semua peserta harus mampu menguasai bahan meskipun sebelumnya tidak mengetahui topik-topik
     
Pihaknya untuk menjaga kenetralan acara ini, panitia menghadirkan tim juri dari Samarinda dan satu panitia dari pengamat atau pemerhati pendidikan Kutai Timur.
    
"Tiga peserta akan keluar sebagai juara I sampai III dan juara harapan I sampai II," kata, Fitri guru bahasa Inggris SMA Negeri 1 Kaubun yang ikut mendampingi siswanya bertanding.
     
Ia  mengatakan bahwa  mengikuti debat  bahasa inggris ini menjadi ajang uji coba kemampuan siswanya.
     
"Kami tidak banyak berharap dalam debat ini akan menjadi juara, tetapi memberikan spirit bagi kami dan anak-anak untuk terus memperdalam dalam bahasa inggris," imbuh dia.
       
Fitri mengatakan di SMA kaubun pelajaran bahasa inggris setiap minggu hanya dua kali yakni, senin dan rabu masing-masing dua jam.
     
Sedangkan tiga peserta dari SMANegeri 1 Kecamatan Kongbeng masing-masing  Setiati, Sefti Selfia dan Septiana Ligit  mengatakan sudah siap tampil dalam ajang ini.
     
"Kami datang  tidak ada persiapan khusus, biasa saja, namun kami sudah siapa. Kalau menang tidak soal, yang penting tampil," kata Setiati.


Editor : Iskandar Zulkarnaen

COPYRIGHT © ANTARA 2026