Samarinda (ANTARANews - Kaltim) - Sebanyak lima orang tewas pada bentrok atarwarga di Kota Tarakan, Kalimantan Timur dan jajaran Polri yang dibantu TNI sedang berusaha mengendalikan  kedua kelompok masyarakat yang sedang bertikai itu.

Sumber ANTARA di kepolisian menyebutkan, korban tewas itu bertambah pada bentrok yang berlangsung sejak Selasa malam hingga Rabu pagi.

"Pada bentrok yang berlangsung Selasa hingga Rabu dinihari tadi, empat orang tewas dari kedua kelompok yang bertikai itu. Jadi, jumlah seluruh korban pada bentrokan ini sejak mulai pecah pada Minggu malam sudah lima orang," ungkap salah seorang personil Polres Tarakan yang tidak ingin disebutkan namanya, dihubungi dari Samarinda, Rabu.

 Hingga Selasa pagi, kedua kelompok yang betikai terus terlibat bentrok di beberapa sudut Kota Tarakan.

Bahkan, menurut beberapa warga, bentrokan semakin meluas hingga ke dalam kota.

"Awalnya, bentrokan hanya berlangsung di pinggiran kota mulai di kawasan Juwata hingga ke Jalan Gajah Mada dan Yos Sudarso. Namun pagi ini (Rabu) bentrokan sudah meluas hingga ke Selumit Dalam," ungkap salah seorang warga Tarakan yang tinggal di Selumit Dalam, Nanda.

Bersama ratusan warga lainnya, Nanda mengaku saat ini mengungsi di markas Kodim Tarakan.

"Semuanya sudah mengungsi karena takut menjadi sasaran dari orang-orang yang sedang bertikai itu," ujar Nanda.

Warga lainnya, Rdwan mengatakan, sejak Rabu dinihari ia dan keluarganya sudah dievakuasi ke Rumah Sakit Tentara di Tarakan.

"Saat ini, suasananya semakin mencekam dan sudah banyak orang saya lihat yang masuk di rumah sakit akibat terluka," kata Ridwan.

Informasi yang berhasil dihimpun juga menyebutkan, sejak Selasa hingga Rabu salah satu kelompok yang bertikai telah memblokir akses dari Bandara dan Pelabuhan Juwata.

Hingga berta ini diturunkan, situasi Kota Tarakan masih sangat mencekam. Kedua kubu masih aksi saling serang secara seporadis dengan menggunakan berbagai jenis senjata tajam.

Sementara, personil Polri dibantu TNI masih terus berupaya mengendalikan kedua massa agar menghentikan bentrok tersebut.


: Iskandar Zulkarnaen

COPYRIGHT © ANTARA 2026