Balikpapan (ANTARANews - Kaltim) - Ketua Umum Persiba Balikpapan, Syahril M Tahir mengkritik Liga Primer Indonesia (LPI), kompetisi baru selevel Liga Super Indonesia karena bukan tidak mungkin justru mengacaukan pembinaan persepakbolaan nasional.
Hal itu disampaikannnya Ketua Umum Persiba Balikpapan, Syahril M Taher di Balikpapan, Kamis menanggapi pembentukan pembaruan sepak bola Indonesia oleh Arifin Panigoro yang menggalang Liga Primer Indonesia (LPI) bersama 15 klub.
Kesepakatan untuk membentuk LPI tersebut dicapai pada 17 September 2010 di Jakarta.
Lima belas klub yang setuju bergabung adalah PSM Makassar, Persebaya Surabaya, Arema Malang, Persija Jakarta, PSMS Medan, Persipura Jayapura, Semen Padang, Persitara Jakarta Utara, PSPS Pekanbaru, PSS Sleman, Persijap Jepara, PSIS Semarang, Persema Malang, Deltras Sidoarjo, dan Persibo Bojonegoro.
Sementara itu, ada lima klub lain yang tidak hadir dalam pertemuan tersebut, tapi penyelenggara mengklaim bahwa mereka juga mendukung pembentukan LPI. Lima klub itu adalah Sriwijaya FC, Persita Tangerang, Persib Bandung, Persis Solo, dan Mitra Kukar.
"Arifin Panigoro mestinya ngomong kepada kita semua. Kunjungi setiap klub di home base-nya masing-masing. Jumpai pengurus, perkenalkan diri, baru dia presentasikan idenya," kata Syahril.
Melalui sosialisasi itu diharapkan ada persamaan pandangan dan tujuan serta menghindari berbagai hambatan. Namun, katanya, jika tanpa sosialisasi tentu akan menghadapi berbagai hambatan yang bisa saja mengacaukan pembinaan persepakbolaan di Indonesia.
Hal itu diperlukan, tegas Ketua Syahril, meskipun Arifin Panigoro sangat populer sebagai pengusahan dan politisi, ia relatifk tidak dikenal di dunia olahraga, khususnya sepakbola.
"Usulan bagus dari Arifin tapi karena disampaikan mendadak seperti ini justru membuat perpecahan di kancah sepak bola Indonesia," papa dia.
Sebelumnya, Manajer Persiba Balikpapan, Jamal Al Rasyid beberapa waktu lalu menyatakan bahwa Persiba menyatakan fokus berlaga di Indonesian Super League (ISL). Musim lalu Persiba menempati posisi tiga klasemen akhir liga ini.
ISL adalah Indonesian Super League atau Liga Super Indonesia, kasta tertinggi sepakbola Indonesia yang dikelola langsung oleh PSSI, Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia melalui PT Badan Liga Indonesia (BLI).
"Kami akui bahwa subsidi Rp20 miliar tersebut sebetulnya sangat menarik bagi klub. Sebab selama ini klub hampir selalu kesusahan mencari pendanaan," katanya.
"Kalau benar seperti itu, saya rasa akan banyak klub yang bergabung ke sana. Namun, Persiba tetap fokus menjadi peserta ISL," ujar dia.
Editor : Iskandar Zulkarnaen
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.