Samarinda (ANTARA Kaltim) - Sektor perkebunan sawit di Provinsi Kalimantan Timur yang hingga kini terus dikembangkan bisa menjadi salah satu jawaban untuk melakukan revitalisasi ekonomi pengganti sektor pertambangan dan penggalian yang kian meredup, kata Staf Ahli Gubernur Kaltim Eddy Kuswadi.

"Perkebunan kelapa sawit memiliki prospek cerah, sekaligus salah satu subsektor pengganti tambang dan migas yang merupakan sumber daya alam tidak dapat diperbarui," ujar Eddy Kuswadi, Staf Ahli Bidang Kesejahteraan Rakyat, Pemberdayaan Masyarakat, dan Pencapaian MDGS di Samarinda, Senin.

Hal itu dikatakan Eddy ketika acara Studi Komperatif Komisi II DPRD Provinsi Sumatera Barat dengan Provinsi Kalimantan Timur di Kantor Gubernur Kaltim.

Menurut ia, komoditas perkebunan berskala besar yang menjadi unggulan untuk dikembangkan di Kaltim adalah kelapa sawit, adapun beberapa komoditi lainnya seperti karet, kakao, kelapa, lada, kopi, kemiri, dan aren juga tetap dikembangkan.

Untuk program satu juta hektare sawit yang dicanangkan Pemprov Kaltim, hingga kini telah terwujud sekitar 1,1 juta hektare.

Namun, sektor ini akan terus dikembangkan dalam program tahap kedua dengan lahan seluas 1,4 juta hektar yang ditargetkan tercapai pada 2018.

Eddy berharap kunjungan Komisi II DPRD Sumbar ke Kaltim dapat menjadi peluang besar untuk meningkatkan perkebunan di Kaltim, mengingat tingginya potensi yang masih dapat digali guna menggantikan sektor pertambangan dan migas.

Dalam pengembangan perkebunan, di antara cara yang ditempuh Kaltim adalah merevitalisasi perkebunan melalui perluasan dan peremajaan tanaman, termasuk pendirian pabrik pengelolaan, pengolah, serta mengusahakan pembangunan pelabuhan untuk pengiriman berbagai komunitas perkebunan.

Ia menambahkan Kaltim memiliki kekayaan alam melimpah dan berpotensi besar ditingkatkan menjadi produk komoditas bernilai ekonomi tinggi, sehingga perkebunan benar-benar bisa menggantikan posisi batu bara dan migas yang makin lama makin habis, apalagi harga hasil tambang juga menurun.

"Luas lahan perkebunan pasti akan bertambah, apalagi sejumlah pabrik pengolahan kelapa sawit terus dibangun, termasuk sedang dipersiapkannya kawasan ekonomi pendukung perkebunan, yakni Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy di Kabupaten Kutai Timur," kata Eddy. (*)

Pewarta: M.Ghofar
Editor : Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2026