Ke-15 nelayan nelayan tersebut hari ini (Jumat) dilepas oleh Bupati Paser Yusriansyah Syarkawi. Mereka akan berangkat ke Tegal pada Minggu (3/4),"Tana Paser (ANTARA Kaltim) - Sebanyak 15 nelayan Kabupaten Paser, akan mengikuti pelatihan di Balai Pelatihan Pendidikan Perikanan (BPPP) Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Paser Ina Rosana, dihubungi di Tanah Grogot, Jumat menyatakan, ke-15 nelayan peserta pelatihan teknis mesin itu akan mengikuti pelatihan selama lima hari yakni mulai 4 hingga 8 April 2016.
"Ke-15 nelayan nelayan tersebut hari ini (Jumat) dilepas oleh Bupati Paser Yusriansyah Syarkawi. Mereka akan berangkat ke Tegal pada Minggu (3/4)," ujar Ina Rosana.
Acara pelepasan 15 nelayan peserta pelatihan teknis mesin yang berlangsung di Kantor Bupati Paser itu juga dihadiri Kepala Bappeda Ambo Lala serta para kepala desa asal para nelayan tersebut.
"Sejak 2012 sampai 2015, DKP Paser telah memberikan 366 mesin kepada para nelayan. Kebanyakan mesin mereka rusak dalam waktu dua tahun. Sehingga melalui pelatihan tersebut, diharapkan nantinya mereka bisa merawat dan memperbaiki mesin jika terjadi kerusakan," kata Ina Rosana.
Sebelumnya lanjut Ina Rosana, DKP Paser pernah mengundang BPPP Tegal untuk memberikan pelatihan kepada para nelayan di daerah itu.
"Namun, pelatihan tersebut tidak efektif karena mereka tidak membawa alat pelatihan ke daerah itu," ujarnya.
Pelatihan tersebut kata dia, menggunakan dana APBD 2016 sebesar Rp108 Juta.
"Dana untuk pelatihan Rp108 juta itu sudah termasuk tiket pesawat, akomodasi, modul dan alat tulis serta seragam pelatihan yang bersumber dari APBD Paser 2016," tutur Ina Rosana.
Sementara, Bupati Paser Yusriansyah Syarkawi menyatakan, pelatihan tersebut sebagai bukti dukungan pemerintah daerah dalam mewujudkan pembangunan di sektor perikanan.
"Wilayah Kabupaten Paser sebagian besar berada di pinggiran laut sehingga perlu adanya pembangunan di sektor kelautan dan perikanan. Pelatihan ini adalah salah satu contohnya," ujar Yusriansyah.
Para peserta pelatihan lanjut dia, diharapkan mampu menambah pengetahuan tentang teknis mesin sehingga nantinya dapat menciptakan inovasi dan kreativitas baru di bidang permesinan untuk mendukung sektor kelautan.
"Kalau sudah dapat ilmunya, para nelayan nanti bisa menciptakan inovasi baru yang dapat membantu pembangunan di sektor kelautan," kata Yusriansyah. (*)
Pewarta: R. Wartono: Amirullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026