"Bengkel sastra ini adalah sebuah pembekalan pengetahuan tentang sastra yang rutin kami gelar pada setiap Sabtu dan Minggu selama Mei 2010," kata Kepala Kantor Bahasa Provinsi Kaltim, Pardi di Samarinda, Rabu.
Pihaknya berharap agar melalui bengkel sastra, maka para guru tersebut tidak saja memiliki pengetahuan lebih mendalam akan tetapi mempunyai kemampuan untuk menularkan ilmunya kepada para pelajar.
"Target kami, para guru tidak melewatkan mata pelajaran tentang teknik membuat puisi dalam mata pelajaran seni di SD, mengingat masing-masing guru kesenian sudah diberi pembekalan teknik menulis puisi," katanya.
Pihaknya berharap para peserta bisa membuat puisi yang menyentuh hati para siswa sehingga anak didiknya tertarik menggeluti dunia seni bahasa itu.
"Sebuah karya sastra akan lebih berbobot jika dibuat secara profesional," katanya.
Pihaknya sudah beberapa kali menggelar bengkel sastra itu sehingga bukan hanya melibatkan para guru namun juga mahasiswa.
"Seperti kali ini, pelatihan untuk guru kami gelar di lantai satu sedangkan pelatihan sastra untuk mahasiswa digelar di lantai dua Kantor Bahasa," ucap Pardi menambahkan.
Jumlah peserta dari mahasiswa sama dengan jumlah peserta yang diiukuti para guru, yakni sam-sama 30 orang. Ia ingin agar para mahasiswa, khususnya dari jurusan bahasa dan sastra agar dapat lebih mendalami makna Sastra Indonesia.
Mahasiswa yang jadi peserta bengkel sastra kali ini kebanyakan dari Universitas Mulawarman Samarinda, Universitas Widyagama Samarinda dan STAIN Samarinda.
Editor : Iskandar Zulkarnaen
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.