Samarinda (ANTARA Kaltim) - Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Tarakan, Provinsi Kalimantan Timur, yang saat ini baru mempersiapkan diri menuju rintisan sekolah berstandar internasional (RSBI), mampu merakit sepeda motor.

"Kami bangga atas keterampilan siswa SMK Negeri 2 ini padahal belum RSBI, baru menuju RSBI," kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kaltim Musyahrim, Senin.

SMK Negeri 2 Tarakan merupakan sekolah dengan program pendidikan berbasis kerja, khususnya di bidang teknik. Jurusan yang tersedia adalah  gambar bangunan, konstruksi kayu, batu dan beton, pemanfaatan tenaga listrik, audio video, permesinan, mekanik otomotif, komputer dan jaringan.

Ia mengatakan selain mampu merakit sepeda motor, SMKN 2 Tarakan ini juga sudah mampu merakit "notebook".

Musyahrim yakin ke depan SMKN 2  ini akan mampu lebih meningkatkan berbagai program keahlian sehingga dapat bersaing dengan sekolah lain di Indonesia.

Menurut dia ke depan lulusan SMKN 2 Tarakan ini diharapkan tidak hanya mampu bersaing di kancah nasional, tetapi juga internasional, karena itu pemerintah daerah terus mengembangkan SMK.

Pengembangan SMK bukan hanya pada pada peningkatan program jurusan atau keahlian siswa di sekolah, tetapi juga akan terus menambah unit sekolah baru, terutama di daerah-daerah terpencil yang hingga kini belum memiliki SMK.

Ia berharap siswa yang bersekolah di SMK nantinya bisa lebih banyak dari pada siswa SMA, karena  SMK menekankan pada program keahlian tertentu yang bisa dijadikan pegangan siswa untuk bekerja setelah lulus sekolah.

"Bukan hanya itu, lulusan SMK juga bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi untuk memperdalam program keahlian yang telah mereka dapat saat belajar dan praktik langsung semasa di SMK," katanya.

Menurut dia para siswa yang sekolah di SMK tidak perlu takut tidak bisa kuliah, karena lulusan SMK sama dengan lulusan SMA, yakni sama-sama bisa melanjutkan kuliah, bahkan jika memiliki nilai tinggi dan keterampilan khusus, bisa mendapat beasiswa.

Ia mengatakan saat ini perbandingan antara SMK dan SMA di Provinsi Kaltim adalah 43 : 57, namun pihaknya optimistis pada 2013 sesuai dengan program pemerintah daerah akan berbalik menjadi 60 :  40, kemudian tahun 2015 menjadi 70 : 30.


Editor : Iskandar Zulkarnaen

COPYRIGHT © ANTARA 2026