Samarinda (ANTARA) - Nelayan di Kelurahan Bontang Kuala Kecamatan Bontang Utara Kota Bontang, Kalimantan Timur, mengembangkan keramba apung menjadi salah satu destinasi wisata di daerah tersebut.

"Kami mengembangkan keramba ini tidak semata untuk sektor budidaya ikan tetapi juga pariwisata yang bisa mengangkat perekonomian masyarakat pesisir," ujar Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kota Bontang Jafar di Bontang Senin (18/5).

Jafar menjelaskan kawasan Bontang Kuala saat ini memang telah ditetapkan oleh pemerintah setempat sebagai lokasi khusus pengembangan wisata keramba.

Menurut dia, destinasi wisata keramba pesisir ini terus dikembangkan lebih lanjut. Jafar memaparkan hingga saat ini sudah terdapat sekitar 30 petak keramba di Bontang Kuala yang aktif beroperasi dan dikelola nelayan lokal.

Kelompok nelayan setempat juga memiliki daya untuk terus menambah serta mengembangkan jumlah keramba tersebut menjadi lebih banyak.

Selain menjadi objek pariwisata, keberadaan keramba tersebut dinilai mendukung terwujudnya program ketahanan pangan bidang perikanan budidaya.

Para nelayan juga bakal mengembangkan pembangunan fasilitas rumah makan terapung yang terintegrasi langsung dengan keramba apung.

"Fasilitas kuliner ini bertujuan menarik perhatian wisatawan dengan menawarkan suatu pengalaman unik menyantap hidangan tepat di atas permukaan air," kata Jafar.

Menurut dia, wisatawan dapat dengan bebas memilih dan menikmati langsung hasil budidaya segar sambil bersantai di area restoran apung tersebut.

Pihaknya juga segera menyiapkan sebuah paket wisata terpadu yang mencakup berbagai kegiatan seru bagi semua pengunjung maupun wisatawan dari luar daerah.

Paket wisata tersebut meliputi aktivitas snorkeling, tur keliling kawasan perairan Bontang Kuala menggunakan fasilitas kapal cepat, hingga paket makan siang yang terintegrasi dengan keramba apung.

Terkait rincian kapasitas produksi budidaya saat ini, Jafar membeberkan satu petak keramba apung berukuran tiga kali tiga meter mampu menampung hingga maksimal sebanyak 250 ekor bibit ikan segar.

"Adapun jenis komoditas ikan unggulan yang kini dibudidayakan meliputi ikan kerapu, ikan putih dan juga jenis ikan kakap merah yang bernilai ekonomis tinggi," jelas Jafar.

 



Pewarta: Ahmad Rifandi
Editor : M.Ghofar

COPYRIGHT © ANTARA 2026