Samarinda (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memperkuat tata kelola ratusan ribu ton sampah tahunan guna menekan emisi gas rumah kaca melalui optimalisasi sistem pilah dari sumber serta pemberdayaan bank sampah secara masif.
"Kami telah melakukan fasilitasi 372 bank sampah sebagai forum koordinasi untuk mengidentifikasi capaian, kendala, serta kebutuhan daerah dalam penyelenggaraan pengelolaan sampah agar lebih efisien," kata Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup Kaltim Andi Sitti Asti Suriaty di Samarinda, Senin.
Ia menilai upaya tersebut mendesak mengingat total timbulan sampah di Kalimantan Timur telah menembus angka fantastis, yakni 880.142 ton per tahun, berdasarkan data terkini.
Ia menjelaskan terdapat sekitar 519.423 ton sampah per tahun yang saat ini masih belum terkelola dengan baik sehingga berpotensi memperburuk kualitas lingkungan.
"Salah satu fokus pembenahan adalah menghidupkan kembali 372 unit bank sampah yang terdata, karena institusi berbasis masyarakat ini memiliki peran vital dalam meminimalkan volume sampah yang masuk ke tempat pemrosesan akhir," katanya.
Dia menekankan tantangan terbesar pengelolaan limbah saat ini, masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pilah antara sampah organik dan anorganik sejak dari rumah tangga.
Baca juga: Kaltim siapkan 1.270 ton sampah per hari penuhi kebutuhan PSEL
Padahal, katanya, sampah yang telah terpilah sejak dari sumber memiliki nilai ekonomi lebih tinggi karena jauh lebih mudah diolah kembali melalui berbagai inovasi maupun industri daur ulang.
Selain penguatan di level hulu, Pemprov Kaltim menargetkan penghapusan sistem tempat pemrosesan akhir terbuka atau open dumping paling lambat pada akhir 2026.
"Sebagai gantinya, setiap kabupaten dan kota diarahkan untuk secara konsisten menerapkan sistem sanitary landfill atau teknologi ramah lingkungan lainnya yang mampu mereduksi emisi gas rumah kaca secara efektif," kata Asti.
Ia menjelaskan upaya mitigasi dari subsektor persampahan ini bagian tak terpisahkan dalam penurunan emisi gas rumah kaca yang melibatkan pendampingan teknis dari akademisi Universitas Mulawarman.
"Keberadaan Forum Komunikasi Bank Sampah di wilayah padat penduduk seperti Samarinda, Balikpapan, dan Kutai Kartanegara mampu mempercepat proses transfer pengetahuan serta kepastian standar manajemen pengelolaan limbah," kata dia.
Dinas Lingkungan Hidup Kaltim juga terus menggenjot penguatan regulasi di tingkat lokal serta peningkatan kapasitas aparatur agar tata kelola sampah di daerah penyangga Nusantara semakin profesional.
Baca juga: Pansus DPRD Samarinda temukan kejanggalan proyek TPA Sambutan
Pewarta: Ahmad RifandiEditor : Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2026