Pengembangan budi daya ikan air tawar sistem bioflok sebagai bentuk persiapan dalam menghadapi Ibu Kota Nusantara

Penajam Paser Utara (ANTARA) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bantu  Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur kembangkan kembangkan perikanan air tawar dengan metode bioflok atau kolam terpal.   

"Pengembangan budi daya ikan air tawar sistem bioflok sebagai bentuk persiapan dalam menghadapi Ibu Kota Nusantara (IKN),” ujar Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Penajam Paser Utara Andi Trasodiharto ketika ditanya mengenai perikanan air tawar di Penajam, Kamis. 

"Dan juga dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG)," tambahnya.

Ikan air tawar cukup diminati masyarakat di Kabupaten Penajam Paser Utara, dan bantuan kolam terpal yang diberikan KKP sebagai upaya meningkatkan produksi perikanan air tawar di kabupaten setempat. 

"Selama ini tercatat produksi budi daya ikan air tawar sekitar 30.000 ton per tahun," katanya. 

KKP siap membantu mengembangkan perikanan air tawar, lanjut dia, dengan memberikan bantuan kolam terpal untuk pengembangan budi daya ikan air tawar metode bioflok pada tahun ini.

Dua kelompok budi daya perikanan (pokdakan) telah diusulkan sebagai penerima bantuan kolam terpal dari KKP, lanjut dia, masing-masing pokdakan mendapatkan 40 unit kolam terpal.

Kedua pokdakan yang diusulkan sebagai penerima program budi daya ikan air tawar tematik dengan metode bioflok yang dicanangkan KKP tersebut, di Desa Bangun Mulyo, Kecamatan Waru dan Desa Labangka Barat, Kecamatan Babulu. 

"Budi daya ikan air tawar yang dikembangkan dengan metode bioflok itu, jenis lele dan nila," jelasnya.

Bantuan kolam terpal dari KKP untuk pengembang bud daya ikan air tawar dengan metode bioflok tersebut bakal menambah kuantitas dan kualitas ikan dari sisi perikanan darat yang tidak hanya tambak.

Penerima bantuan budi daya ikan air tawar dari KKP mendapatkan pendampingan agar terus berkembang dan berkelanjutan, demikian Andi Trasodiharto.

 

 



Pewarta: Nyaman Bagus Purwaniawan
Editor : Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2026