Jakarta (ANTARA) - Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia untuk Uni Emirat Arab (UEA) Judha Nugraha mengimbau masyarakat Indonesia untuk tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi terkait perkembangan ketegangan politik di kawasan Timur Tengah.
Menurut Judha, situasi geopolitik yang sensitif sering kali menjadi lahan subur bagi penyebaran hoaks, disinformasi, dan misinformasi, terutama di era digital ketika arus informasi bergerak sangat cepat melalui media sosial dan berbagai platform komunikasi.
“Dalam situasi seperti ini masyarakat perlu lebih bijak dalam menerima informasi. Jangan langsung percaya atau membagikan informasi yang sumbernya tidak jelas. Lakukan verifikasi, konfirmasi, dan cek ulang dari sumber resmi yang kredibel,” ujar Judha di Abu Dhabi saat dikonfirmasi dari Jakarta, Sabtu (7/3).
Ia menekankan bahwa penyebaran informasi yang tidak akurat tidak hanya menyesatkan publik, tetapi juga berpotensi memperkeruh situasi dan memicu kepanikan yang tidak perlu. Karena itu masyarakat diminta menahan diri dari menyebarkan kabar yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
Judha juga mengingatkan bahwa kemajuan teknologi digital saat ini memungkinkan munculnya berbagai konten manipulatif yang tampak meyakinkan, termasuk informasi fabricated yang dibuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Kondisi tersebut membuat masyarakat harus semakin berhati-hati dalam menilai keaslian informasi yang beredar.
“Teknologi sekarang memungkinkan pembuatan konten yang terlihat sangat nyata, padahal sebenarnya tidak benar. Karena itu penting untuk memastikan informasi berasal dari media terpercaya atau pernyataan resmi pemerintah,” katanya.
Ada sejumlah konten sempat beredar di sosial media terkait ketegangan yang terjadi di Timur Tengah, termasuk ada visual yang menggambarkan rudal berjatuhan di sejumlah tempat di UEA, padahal faktanya hal itu tidak terjadi sehingga justru menjadi konten yang mengundang kekhawatiran dan ketakutan.
Baca juga: Indonesia negosiasi agar 2 kapal Pertamina dibebaskan dari Selat Hormuz
Baca juga: Iran: Rusia dan China terus beri dukungan politik
Pewarta: Hanni SofiaEditor : Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2026