Kutai Barat, Kaltim (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, memperkuat sinergi dengan berbagai pihak dalam menjaga stok dan harga bahan pokok selalu aman serta terjangkau selama Ramadhan hingga Idul Fitri 1447 Hijriah.

Sinergi dengan berbagai pihak tersebut seperti dengan pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian (Kementan), Badan Pangan Nasional (Bapanas), Pemprov Kaltim, Perum Bulog, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) tingkat provinsi hingga kabupaten.

"Saat ini permintaan bahan pokok cenderung meningkat dan berpotensi memicu kenaikan harga, sehingga diperlukan antisipasi melalui koordinasi, pengawasan terstruktur, serta sinergi lintas sektor agar stabilitas pasokan, harga, keamanan, dan mutu pangan terjaga,” ujar Bupati Kutai Barat Frederick Edwin di Sendawar, Sabtu.

Penguatan sinergi dengan banyak pihak juga untuk mengantisipasi gangguan distribusi dari daerah penghasil ke Kutai Barat.

Baca juga: BI-Pemkab Penajam jaga harga pangan untuk Ramadhan dan Idul Fitri

Termasuk pentingnya pengawasan yang menyasar pedagang tingkat grosir hingga pengecer untuk mencegah praktik penimbunan, permainan harga, serta peredaran pangan yang tidak layak konsumsi.

Terkait kerja sama dengan pemerintah pusat, selama tiga hari pada Kamis-Sabtu (19-21/2) ini, Anny Mulyani selaku Tenaga Ahli Kementan, Maino Dwi Hartono selaku Direktur Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan Bapanas, Lenni Pangaribuan dan Muhamad Pahri Husaeri dari Bapanas, hadir di Kutai Barat.

Kedatangan mereka selama tiga hari di Kutai Barat selain mengikuti Rapat Koordinasi Stabilitas Pasokan, Pengawasan Harga, serta Mutu Pangan, dengan pihak terkait di Kaltim dan Kutai Barat, juga melakukan pantauan langsung ke lapangan untuk mengetahui stok dan pergerakan harga bahan pokok penting.

Hasil pemantauan diketahui bahwa stok bahan pokok seperti beras, gula pasir, minyak goreng, tepung, ayam, dan lainnya masih aman dan diyakini mampu mencukupi kebutuhan masyarakat selama Ramadhan hingga Idul Fitri 1447 H.

Sedangkan untuk harga bahan pangan variatif dalam beberapa hari terakhir seperti cabai rawit fluktuatif di kisaran harga Rp80 ribu per kg, cabai merah besar Rp97 per kg, beras SPHP Rp65.500 per sak (isi 5 kg), bawang merah dan bawang putih di kisaran Rp35.000 per kg, gula pasir Rp18.000 per kg, minyak goreng di kisaran Rp20.000 per liter.

"Giat pengawasan harga, keamanan, serta mutu pangan di Kabupaten Kubar yang dilakukan sinergi dengan lintas sektor ini, mencerminkan adanya komitmen bersama dalam memperkuat sistem pengawasan dan pengendalian pangan secara menyeluruh, mulai dari produsen, distribusi, hingga ke tangan konsumen," kata Bupati Kutai Barat.

Baca juga: TPID Balikpapan, Paser, dan PPU perkuat pasokan pangan



Pewarta: M.Ghofar
Editor : Imam Santoso

COPYRIGHT © ANTARA 2026