Samarinda (ANTARA) - Para buruh di Kalimantan Timur menerima bekal peningkatan keterampilan serta sertifikasi bagi guna mendorong kesejahteraan lebih baik dan kompetitif, demikian disampaikan Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas'ud.

"Kami akan bentuk wadah aspirasi ketenagakerjaan agar dapat mengakomodasi pekerja dengan keterampilan, vokasi dan sertifikasi agar mereka memiliki nilai tawar untuk meminta upah yang lebih tinggi dari upah minimum regional maupun provinsi," kata Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud pada Peringatan Hari Buruh Internasional di Samarinda, Jumat.

Rudy mengatakan penguatan kapasitas tenaga kerja mendesak untuk dilakukan mengingat tantangan industri saat ini yang sudah merambah ke arah digitalisasi serta transisi menuju ekonomi hijau.

Gubernur Rudy menyatakan wadah koordinasi ketenagakerjaan bisa memfasilitasi penyelesaian berbagai persoalan di sektor kehutanan, perkebunan, pertambangan hingga migas.

"Khusus untuk sektor perkebunan kelapa sawit yang menyerap ratusan ribu tenaga kerja, pemerintah provinsi mengedepankan ruang dialog agar upah yang diberikan kepada pekerja bisa berada di atas rata-rata standar minimum," kata Rudy.

Selain persoalan upah, perihal perlindungan tenaga kerja dan jaminan sosial melalui BPJS menjadi prioritas gubernur dengan alokasi yang menyasar sekitar 150.000 peserta di seluruh wilayah Kalimantan Timur.

Baca juga: Presiden akan sampaikan kado bagi buruh saat May Day 2026, menurut Menaker

"Transformasi menuju ekonomi hijau dan biru diharapkan mampu membuka peluang lapangan kerja baru melalui skema green jobs yang berkelanjutan bagi masyarakat lokal," ucap Rudy.

Pihak pemerintah berkomitmen untuk senantiasa menjaga keseimbangan antara kepentingan para pekerja dan dunia usaha guna menciptakan iklim investasi yang adil, kondusif, serta harmonis.

Mewakili serikat pekerja, Ketua Korwil Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) Kalimantan Timur Bambang Setiono menekankan organisasi buruh untuk terus berjuang secara mandiri dan profesional demi hak-hak pekerja.

Bambang menyatakan fokus gerakan buruh saat ini adalah memastikan penetapan upah tahunan tetap mempertimbangkan faktor laju inflasi serta pertumbuhan ekonomi daerah secara objektif.

"Peringatan May Day 2026 menjadi momentum penguat persatuan bagi seluruh elemen tripartit demi mewujudkan kesejahteraan pekerja yang lebih merata di Kalimantan Timur," ungkap Bambang.

Peringatan Hari Buruh Internasional di Gedung Olah Bebaya Kaltim di Samarinda dihadiri Kapolda Kaltim Irjen Endar Priantoro dan jajaran Forkopimda.

Sebanyak 400 orang dari serikat pekerja yang hadir terdiri atas Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI), Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Federasi Serikat Pekerja Perkayuan, Perhutanan, dan Umum Seluruh Indonesia (FSP Kahutindo), Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi, dan Pertambangan (FSP KEP).

Baca juga: Kaltim cari solusi jaminan hak 1.500 pekerja tambang karena PHK



Pewarta: Ahmad Rifandi
Editor : Imam Santoso

COPYRIGHT © ANTARA 2026