Kukar memiliki bentang kawasan hutan luas dengan potensi sumber daya alam yang besar. Untuk itu dalam pemanfaatan ruang dan pengawasan aktivitas dalam hutan perlu dilakukan koordinasi lintas sektor

Tenggarong, Kaltim (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus berupaya melestarikan hutan untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan, baik pembangunan ekonomi, sosial, budaya, maupun pendidikan, karena hutan kaya akan keanekaragaman hayati.

"Kukar memiliki bentang kawasan hutan luas dengan potensi sumber daya alam yang besar. Untuk itu dalam pemanfaatan ruang dan pengawasan aktivitas dalam hutan perlu dilakukan koordinasi lintas sektor," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kukar Sunggono di Tenggarong, Selasa.

Sekitar 1,65 juta hektare atau 61 persen dari total luas hutan Kukar masih banyak kawasan konservasi dan menjadi tempat pelestarian keanekaragaman hayati, sehingga menjadi tempat tumbuh dan berkembangnya aneka flora dan fauna endemik.

Terkait dengan kerja sama lintas sektor, pihaknya terus menjalin koordinasi dengan berbagai pihak terkait, salah satunya yang dilakukan Senin (20/10) melalui rapat koordinasi dengan Satuan Tugas Pengamanan Kawasan Hutan (Satgas PKH) dan sejumlah Lembaga terkait.

Keberadaan Satgas PKH, lanjut Sunggono, sangat penting dalam upaya menjaga kelestarian kawasan hutan di wilayah Kukar yang memiliki luas dan potensi tinggi, bahkan berbagai fauna endemik seperti bekantan, orang utan, dan burung enggang pun hidup di sana.

"Kehadiran jajaran Satgas PKH ini merupakan langkah positif dalam memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dengan instansi terkait dalam menjaga kelestarian kawasan hutan agar tetap dijaga kelestariannya," ujar Sunggono.

Sunggono melanjutkan rapat koordinasi tersebut dimaksudkan untuk membangun sinergi dan kesepahaman bersama dalam menjaga kelestarian kawasan hutan, tanpa menghambat aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.

Hal ini menjadi penekanan, kata dia,  karena disadari bahwa masih ada beberapa kelompok masyarakat yang menggantungkan hidup dari subsektor kehutanan, seperti madu yang diambil dari dalam hutan maupun yang dibudidayakan di pinggir hutan, maupun rotan.

"Melalui forum ini tentu akan dilakukan aksi lanjutan sebagai langkah konkret yang tidak hanya sebagai upaya menegakkan aturan, tetapi juga memberi ruang bagi masyarakat untuk tetap produktif dalam menjalankan perekonomian secara berkelanjutan," kata Sunggono.



Pewarta: M.Ghofar
Editor : Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2026