Kalimantan Timur ini energi primernya sudah sangat banyak, dari batu bara, juga minyak dan gas. Tentu ini kita perlu melihat ke situasi lokalitasnya
Samarinda (ANTARA) - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) merancang strategi untuk mentransformasi Kalimantan Timur dari daerah yang bergantung pada sumber daya alam mentah menjadi superhub ekonomi nusantara yang berbasis pada industri hilirisasi berkelanjutan.
"Kalimantan Timur ini energi primernya sudah sangat banyak, dari batu bara, juga minyak dan gas. Tentu ini kita perlu melihat ke situasi lokalitasnya," ujar Deputi Bidang Infrastruktur Kementerian PPN/Bappenas Abdul Malik Sadat Idris dalam acara Indonesia Sustainable Energy Week Regional Kalimantan Timur di Samarinda, Senin.
Menurut ia, Indonesia menargetkan menjadi negara maju pada 2045 dengan kunci utamanya adalah industrialisasi yang kompetitif.
"Kalimantan Timur dengan potensi energi primer yang melimpah menjadi kandidat utama untuk realisasi visi tersebut," kata Malik.
Namun, lanjut dia, tantangan yang dihadapi adalah ketergantungan ekonomi pada sektor pertambangan serta belum optimalnya diversifikasi ekspor dan pengembangan hilirisasi industri.
Dalam acara bertema "Solusi Kolaboratif untuk Transisi Energi Berkeadilan di Kalimantan Timur" itu, Bappenas mengarahkan kebijakan untuk Kalimantan berfokus pada pengembangan pusat aglomerasi baru untuk memajukan pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut dengan adanya Ibu Kota Nusantara (IKN).
"Pembangunan infrastruktur konektivitas, seperti jalan tol trans Kalimantan dan pemantapan jalur logistik menjadi tulang punggung untuk mendukung kawasan industri," ucapnya.
Bappenas juga mendorong pengembangan pusat-pusat industri dan hilirisasi sumber daya hayati, seperti sawit dan kelapa, yang berbasis teknologi tinggi dan berkelanjutan.
Malik menjelaskan adanya dilema di Kalimantan Timur, yakni pasokan energi sangat besar, namun belum diimbangi permintaan dari sektor industri. "Ini yang perlu kita bangun sampai kewilayahan," tambahnya.
Solusi yang ditawarkan adalah menciptakan permintaan melalui pengembangan sinergi tiga kota, yaitu IKN sebagai pusat pemerintahan, Balikpapan sebagai jantung industri migas, dan Samarinda sebagai pusat inovasi.
Konsep tiga kota ini diharapkannya menjadi simpul ekonomi nasional yang dapat menyerap energi secara masif.
Malik menyoroti pentingnya pembangunan jaringan listrik (grid) Kalimantan yang akan mengintegrasikan sistem kelistrikan antara Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Integrasi ini menciptakan bauran energi yang andal, menggabungkan potensi batu bara di Kaltim dengan potensi besar hydropower dari Kalimantan Utara.
"Ketika Kalimantan grid ini selesai, terkoneksi Kaltim dan Kaltara, tentu Kaltim pun punya energi mix yang bagus sekali," jelasnya.
Bappenas percaya bahwa dengan terbangun infrastruktur kelistrikan yang terhubung dan andal, Kalimantan Timur tidak hanya akan menarik investasi industri berat yang haus energi, tetapi juga berpotensi menjadi pengekspor listrik pada masa depan.
Pewarta: Ahmad RifandiEditor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026