“Kualitas jalan di negara ini harus sama, tidak boleh dibedakan. Demikian juga untuk jalur trans Kalimantan di Kaltim harus kelas satu atau sama dengan jalan-jalan jalur trans di Jawa,†kata Awang Faroek Ishak pada Musrenbang RKPD Kaltim 2015 di Convention Hall Samarinda, Rabu (1/4).
Pembangunan jalan trans Kalimantan dengan kelas satu, menurut Gubernur sangat penting untuk mengantisipasi beban lalu lintas di jalur tersebut akibat percepatan pertumbuhan ekonomi, sehingga perlu peningkatan kapasitas dan pelebaran ruas dengan daya mampu diatas 12 ton.
Trans Kalimantan diprediksi mampu menghubungkan (aksesibilitas dan konektifitas) pusat-pusat pertumbuhan ekonomi di sepuluh kabupaten dan kota di Kaltim. Misalnya, kawasan strategis nasional Kariangau Balikpapan dan Buluminung di Penajam Paser Utara. Kawasan perdagangan, perkayuan, perkapalan, industri dan jasa Samarinda.
Kawasan strategis nasional berbasis minyak bumi dan gas alam (migas) dan kondensat di Bontang. Kawasan ekonomi khusus kawasan Maloy Batuta Trans Kalimantan Economic Zone (MBTKEZ) di Kabupaten Kutai Timur.
Kawasan industri pariwisata Kepulauan Derawan Berau. Kawasan industri pertanian Kabupaten Paser dan PPU. Kawasan industri pertanian Kutai Kartanegara dan Kutai Barat (perwilayah komoditi pertanian. Kawasan strategis nasional kawasan perbatasan di Mahakam Ulu (Mahulu).
Jalan nasional di Kaltim saat ini 1.493,10 kilometer, terdiri atas jalan lintas trans Kalimantan 1.409,93 kilometer dan jalan non lintas sepanjang 83,17 kilopmeter. Kondisi mantap jalan nasional 89,91 persen dan kondisi baik terus meningkat walaupun masih banyak kerusakan.
Jalan lintas trans Kalimantan sepanjang 1.409,93 Kilometer terdiri lintas selatan sepanjang 946,24 kilometer meliputi aspal 880,18 kilometer dan agregat (tanah) 44,10 kilometer serta laburan aspal dua lapis (burda) 21,93 kilometer atau baik 61,83 persen, sedang 34,51 persen dan rusak ringan 2,68 persen.
Lintas Tengah sepanjang 390,65 kilometer terdiri aspal 360,48 kilometer dan agregat 30,17 kilometer, sedangkan kondisi baik 60,56 persen, sedang 37,83 persen dan rusak 1,56 persen. Penghubung lintas sepanjang 73,04 kilopmeter beraspal dengan kondisi baik 43,70 persen, sedang 46,58 persen dan rusak 11,37 persen.
“Saya tegaskan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi telah disesuaikan dengan revisi tata ruang Kaltim yang disesuaikan dengan program kerja Kabinet Kerja Jokowi-JK. Khusus lintas trans Kalimantan 1.409 kilometer, dibutuhkan dana untuk menuntaskan sebesar Rp4,83 triliun,†ungkap Awang Faroek Ishak. (Humas Prov kaltim/yans).
Editor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.